Pantau - Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menjajaki peluang kerja sama dengan pemerintah Finlandia di bidang sistem keamanan siber dan perlindungan data dalam pertemuan antara Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Duta Besar Finlandia untuk Indonesia H.E. Pekka Kaihilahti di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026).
Pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan penguatan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Finlandia di berbagai sektor strategis.
Bahas Teknologi Pertahanan dan Keamanan SiberFoto pertemuan itu diunggah melalui akun Instagram Menteri Pertahanan, @sjafrie.sjamsoeddin.
Dalam keterangan unggahan tersebut, Sjafrie mengungkapkan, "Pertemuan membahas peluang penguatan kerja sama pertahanan Indonesia–Finlandia, khususnya dalam bidang kedaulatan dan perlindungan data, teknologi C4ISR, komunikasi satelit, Maritime Domain Awareness, sistem pengawasan, keamanan siber, serta pengembangan kemampuan pertahanan maritim."
Bidang kerja sama yang dibahas meliputi kedaulatan dan perlindungan data, teknologi C4ISR, komunikasi satelit, Maritime Domain Awareness, sistem pengawasan, keamanan siber, serta pengembangan kemampuan pertahanan maritim.
Menurut Sjafrie, kerja sama di bidang pertahanan siber layak dikembangkan bersama Finlandia karena negara tersebut memiliki teknologi yang mumpuni.
Pengembangan SDM Jadi PerhatianSelain penguatan teknologi, Kemhan juga berupaya membangun kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung peningkatan kemampuan pertahanan.
Pengembangan SDM dinilai penting agar peningkatan kemampuan pertahanan siber Indonesia berjalan seiring dengan peningkatan kualitas personel yang akan mengoperasikan teknologi tersebut.
Sjafrie berharap pertemuan tersebut semakin mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Finlandia serta membuka peluang kerja sama lanjutan di berbagai bidang pertahanan.





Komentar (0)