jpnn.com, JAKARTA - Dari kota yang berkembang pesat hingga komunitas di daerah terpencil, keberagaman selalu menjadi salah satu kekuatan terbesar Asia Tenggara.
Namun, para pemimpin kawasan menegaskan bahwa harmoni tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang terjadi dengan sendirinya. Harmoni harus terus dibangun melalui dialog, kepercayaan, dan kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari.
BACA JUGA: A Season of Harmony, Momen Spesial Ramadan Bersama Keluarga di Lippo Malls Indonesia
Keyakinan inilah yang melatarbelakangi lahirnya Harmony in Diversity Award, sebuah inisiatif regional yang dipersembahkan Temasek Foundation bersama 5P Global Movement.
Lebih dari sekadar program penghargaan tahunan, penghargaan ini memberikan apresiasi kepada individu-individu yang telah menunjukkan kontribusi luar biasa dalam membangun harmoni di antara masyarakat dari berbagai latar belakang budaya di Asia Tenggara.
BACA JUGA: Kardinal Orlando Beltran Quevedo Dianugerahi Harmony in Diversity Award Perdana
Dengan mengapresiasi para agen perubahan yang menginspirasi, penghargaan ini bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap berbagai inisiatif harmoni di kawasan, mendorong dialog yang bermakna, serta memperkuat jejaring individu dan organisasi yang berkomitmen memajukan harmoni di Asia Tenggara.
Menjelang penyelenggaraan Harmony in Diversity Award Ceremony perdana yang akan berlangsung Rabu (15/7), William Sabandar selaku Chairman 5P Global Movement Indonesia mengatakan inisiatif ini mencerminkan aspirasi bersama negara-negara di kawasan untuk memperkuat saling pengertian di tengah masyarakat yang semakin beragam.
BACA JUGA: Danantara Dinilai Mampu Mengungguli Temasek, Ini Syaratnya
"Keberagaman merupakan salah satu kekuatan terbesar Asia Tenggara. Namun harmoni tidak terjadi begitu saja. Harmoni dibangun melalui dialog, kepercayaan, dan kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari,” kata dia.
Dia menyebut Harmony in Diversity Award hadir untuk memberikan penghargaan kepada individu-individu yang mendedikasikan hidupnya bagi upaya tersebut, sekaligus menginspirasi lebih banyak orang di kawasan untuk menjadi pembangun harmoni di komunitas mereka masing-masing.
William menambahkan bahwa penghargaan ini dirancang untuk menjadi lebih dari sekadar sebuah program penghargaan tahunan.
"Besok kami akan memberikan penghargaan kepada satu sosok yang luar biasa. Namun sesungguhnya, inisiatif ini adalah tentang ribuan orang di seluruh Asia Tenggara yang melalui tindakan sederhana setiap hari memperkuat rasa saling percaya, saling memahami, dan saling menghormati di tengah masyarakat,” kata dia.
Pihaknya berharap penghargaan ini menjadi sebuah platform yang menghubungkan kisah-kisah inspiratif tersebut, mendorong kolaborasi, serta menginspirasi generasi mendatang untuk terus membangun jembatan antarkomunitas di kawasan.
Temasek Foundation menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bagian dari komitmen yang lebih luas untuk mendukung masyarakat yang lebih kuat dan tangguh melalui kemitraan serta tujuan bersama.
Sementara Ling Pei Shan selaku Senior Director Temasek Foundation mengatakan kerja mereka dipandu oleh empat prioritas strategis: Planet, People, Peace, dan Progress, yang diperkuat melalui Partnerships.
“Kami meyakini bahwa perdamaian merupakan fondasi bagi manusia, bumi, dan kemajuan. Tanpa perdamaian, masyarakat tidak dapat berkembang dan kehidupan banyak orang akan terganggu,” kata dia.
Dia menyebut penghargaan ini mencerminkan komitmen mereka untuk memajukan perdamaian dengan memberikan penghargaan kepada mereka yang memperkuat kepercayaan, saling pengertian, dan harmoni di tengah masyarakat.
"Penghargaan ini dimaksudkan untuk menjadi lebih dari sekadar sebuah bentuk pengakuan. Kami berharap platform regional ini dapat berkembang menjadi sebuah ekosistem Harmony in Diversity yang lebih luas, yang menghubungkan para pelaku harmoni serta membuka ruang kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat harmoni di Asia Tenggara, kata dia.
Pada puncak acara, Cardinal Orlando Beltran Quevedo, O.M.I., Archbishop Emeritus of Cotabato, akan secara resmi menerima Harmony in Diversity Award perdana sebagai penghargaan atas dedikasinya selama puluhan tahun dalam membangun perdamaian dan dialog antaragama di Mindanao.
Dedikasi sepanjang hidupnya terhadap apa yang ia sebut sebagai "Dialogue of Life" membangun kepercayaan melalui hubungan sehari-hari antarumat beragama dan antarkomunitas mencerminkan nilai-nilai yang ingin diangkat melalui penghargaan ini di seluruh Asia Tenggara. (cuy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kipin Meraih Penghargaan Utama di Temasek Foundation Education Challenge
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan





Komentar (0)