Rapat di DPR, Menhaj Lapor Butuh Rp 4 T untuk Uang Muka Tenda Haji di Saudi

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Haji (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan melapor ke Komisi VIII DPR RI terkait kebutuhan dana senilai Rp 4.007.471.880.797 (triliun) untuk pelayanan haji tahun depan. Uang tersebut akan digunakan untuk uang muka mengamankan tenda haji hingga pelayanan dasar dan visa calon jemaah haji 2027.

Hal itu disampaikan Menhaj dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Gus Irfan mulanya menyampaikan lini masa administrasi dari Arab Saudi terkait pelaksanaan haji tahun depan.

"Timeline persiapan penyelenggaraan haji tahun 1448 Hijriah atau 2027 Masehi seperti yang terlihat di layar. Dimulai tanggal 1 Safar atau 15 Juli sampai dengan tanggal 13 Agustus 2026. Berakhirnya periode konfirmasi untuk mempertahankan tenda-tenda yang telah dipesan pada musim haji 1447 Hijriah oleh Kantor Urusan Haji untuk digunakan pada musim haji 1448 Hijriah melalui kontrak awal untuk paket layanan lengkap dengan Syarikah penyedia layanan," kata Gus Irfan dalam rapat di DPR.

Kemenhaj telah menyampaikan surat kebutuhan uang muka senilai Rp 4 triliun tersebut. Gus Irfan merinci kebutuhan dana itu, di antaranya untuk transfer biaya tenda dan layanan dasar serta visa.

Baca juga: Calon Haji Reguler Nunggu 17 Tahun Minta MK Hapus Kuota Haji Khusus

"Menindaklanjuti ketentuan tersebut, Kantor Urusan Haji Republik Indonesia telah menyampaikan surat nomor 370/S/08/UH/VIII/2026 tanggal 5 Juli 2026 perihal permohonan transfer biaya tenda dan paket layanan dasar tahun 1448 Hijriah atau 2027 Masehi," ujar Gus Irfan.

"Yang memuat estimasi kebutuhan dana sebesar 858.743.189 SR (riyal) Arab Saudi dan 64 halalah yang ekuivalen dengan Rp 4.007.471.880.797 (triliun) dan 299 sen dengan asumsi kurs 1 Saudi Riyal sama dengan Rp 4.666,67 rupiah," tambahnya.

Gus Irfan mengatakan pihaknya membutuhkan dana Rp 808 miliar untuk amankan tenda haji di Arab tahun 2027. Sedangkan layanan dasar dan visa memerlukan Rp 3 triliun.

"Dengan rincian, biaya tenda 173.207.789 Riyal Arab Saudi dan 64 halalah atau Rp 808.303.595.679 (miliar) dan 299 sen. Paket layanan dasar dan visa 685.535.400 Riyal Arab Saudi atau Rp 3.199.167.485.118 (triliun)," ungkapnya.




(dwr/rfs)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemarin ekonomi, Danantara terkait proyek PSEL sampai soal Coretax
• 12 jam lalu
0
thumb
Gernas RANA Resmi Diluncurkan, Perkuat Perlindungan Anak di Sekolah
• 16 jam lalu
0
thumb
Menag Ajak Umat Islam Cek Arah Kiblat saat Matahari Tepat di Atas Kakbah 15-16 Juli
• 6 jam lalu
0
thumb
Makassar Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Kemensos, Penyaluran Bantuan Gunakan Aplikasi Perlinsos
• 5 jam lalu
0
thumb
Purbaya Anggap Keputusan SdanP Bukti RI Bukan Menuju Indonesia Cemas
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.