Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf merespons pernyataan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang menyebut PBNU membutuhkan pemimpin baru yang lebih segar.
Gus Yahya menilai Cak Imin kurang memahami perkembangan organisasi NU karena belum pernah menjadi pengurus di semua tingkatan kepengurusan.
“Silakan saja kalau Pak Muhaimin berpendapat begitu. Tapi saya kira itu bisa dicek kepada jajaran pengurus dan warga NU,” kata Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (14/7).
“Kalau Pak Imin mengatakan begitu saya kira ya karena beliau memang mungkin kurang mengerti tentang NU ya. Karena seumur hidup beliau belum pernah jadi pengurus NU di semua tingkatan. Jadi pengurus ranting aja belum pernah,” sambungnya.
Menurut Gus Yahya, karena tidak pernah terlibat dalam struktur kepengurusan NU, Cak Imin tidak mengetahui berbagai perubahan yang telah dilakukan selama kepemimpinannya.
“Jadi beliau tidak tahu perubahannya-perubahannya seperti apa. Sementara kalau dicek ke jajaran NU sampai ke bawah saya kira tidak ada yang bisa menolak tentang kemajuan-kemajuan fundamental yang sudah berhasil dicapai selama kepengurusan periode ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya juga memastikan dirinya akan kembali maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU. Ia mengaku ingin menuntaskan berbagai agenda yang telah dibangun selama masa kepemimpinannya.
Cak Imin memang sempat menyampaikan PBNU membutuhkan sosok pemimpin baru yang mampu membawa perubahan bagi organisasi.
“Ya, pemimpin yang baru. Saat ini butuh pemimpin baru yang fresh karena yang lama udah 5 tahun enggak ada perubahan,” kata Cak Imin usai menghadiri nonton bareng Piala Dunia 2026 bersama PKB di Jakarta, Minggu (12/7).
Namun, Cak Imin belum mengungkap figur yang akan didukung dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum PBNU. Saat ditanya mengenai sosok yang menjadi “jagoannya”, ia hanya menjawab singkat, “Nanti.”
Sementara PBNU telah menetapkan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, sebagai lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026. Forum tertinggi organisasi itu akan memilih Ketua Umum PBNU untuk masa khidmat berikutnya.






Komentar (0)