Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan penghormatan kepada Senator Partai Republik Lindsey Graham yang meninggal dunia secara mendadak pada Sabtu malam, 11 Juli 2026, dan mengungkap percakapan terakhir mereka yang terjadi hanya beberapa saat sebelum sang senator wafat.
Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Senin, 13 Juli, Trump menggambarkan senator asal South Carolina itu sebagai sosok yang dekat dengan banyak orang di Washington.
"Saya ingin menyampaikan penghormatan kepada Senator Lindsey Graham, yang merupakan sahabat kami. Dia adalah sahabat bagi kita semua," kata Trump.
"Dia orang yang hebat. Dia juga seorang politikus yang hebat. Sulit dipercaya bahwa dia telah pergi," lanjutnya, dikutip dari Yeni Safak, Selasa, 14 Juli 2026.
Trump mengatakan dirinya sempat berbicara dengan Graham tidak lama setelah senator tersebut kembali dari kunjungan ke Ukraina.
"Saya berbicara dengannya tepat sebelum dia meninggal, hanya untuk menyapa. Dia baru saja kembali. Dia merasa baik-baik saja. Dia hanya sedikit lelah, lalu semua ini terjadi," ujar Trump.
Menurut Trump, Graham menghubunginya setelah kembali dari Ukraina hanya untuk menanyakan kabar sekaligus membahas sejumlah isu politik.
Presiden AS itu mengatakan salah satu topik pembicaraan terakhir mereka adalah dukungan Graham terhadap Save America Act.
"Dia sangat mendukung Save America Act. Dia menelepon saya mengenai hal itu. Kami membicarakan hal tersebut dan beberapa hal lainnya, tetapi dia hanya merasa lelah. Namun dia merasa baik-baik saja, lalu kejadian mengerikan ini terjadi tidak lama setelahnya," kata Trump.
Sebagai bentuk penghormatan, Trump mengumumkan bahwa bendera Amerika Serikat akan dikibarkan setengah tiang hingga Sabtu malam mendatang.
Ia menilai penghormatan tersebut layak diberikan mengingat kontribusi dan warisan politik yang ditinggalkan Graham selama kariernya di Kongres. Saudari Graham Isi Kursi Senat Sementara Gubernur South Carolina Henry McMaster menunjuk saudari Lindsey Graham, Darline Graham Nordone, untuk sementara mengisi kursi Senat yang kosong setelah kematian sang senator.
Nordone, yang juga mendapat dukungan langsung dari Trump, diperkirakan akan segera dilantik dalam beberapa hari ke depan untuk menyelesaikan sisa masa jabatan Graham hingga Januari mendatang.
Penunjukan tersebut mengembalikan kekuatan Partai Republik di Senat menjadi 53 kursi berbanding 47 kursi milik Partai Demokrat.
Sebelumnya, kekosongan kursi Graham sempat memangkas mayoritas efektif Partai Republik menjadi 51 suara, terlebih ketika Senator Mitch McConnell juga tengah absen karena alasan kesehatan.
Situasi tersebut sempat menyulitkan Pemimpin Mayoritas Senat John Thune dalam mendorong sejumlah agenda legislatif penting, termasuk pembahasan rancangan undang-undang kebijakan pertahanan tahunan.
Sementara itu, pemilihan pendahuluan khusus Partai Republik dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang untuk menentukan kandidat yang akan bertarung memperebutkan masa jabatan penuh enam tahun berikutnya.
Baca juga: Sakit Mendadak, Senator Senior Partai Republik Lindsey Graham Meninggal Dunia





Komentar (0)