Pantau - Seorang pemuda Palestina berusia 20 tahun dilaporkan tewas ditembak saat berupaya melintasi pagar pembatas Israel menuju Yerusalem Timur pada Senin (13/7), sementara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyerukan perlindungan terhadap warga sipil.
PBB Soroti Penggunaan Kekuatan MematikanOCHA menyatakan korban berusaha melintasi pagar pembatas di kawasan Bir Nabala menuju Yerusalem Timur untuk mencari pekerjaan.
OCHA tidak mengungkap identitas pelaku penembakan maupun afiliasi pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
OCHA mengungkapkan, "Warga Palestina harus senantiasa dilindungi, dan dalam konteks penegakan hukum, penggunaan kekuatan mematikan harus menjadi pilihan terakhir."
OCHA juga menyampaikan bahwa sejak Oktober 2023 otoritas Israel mencabut atau menangguhkan sebagian besar izin masuk bagi warga Palestina ke Yerusalem Timur dan Israel untuk bekerja maupun keperluan lainnya.
Kondisi Kemanusiaan di Wilayah PalestinaOCHA mencatat hingga 6 Juni sebanyak 20 warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 290 orang terluka ketika berupaya melintasi pagar pembatas tersebut.
Di Gaza, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) menyatakan terakhir kali diizinkan membawa masuk pakan ternak pada 4 Juni.
Menurut OCHA, kenaikan harga pakan ternak sejak awal Februari telah menghambat upaya menekan angka kematian ternak serta meningkatkan populasi kambing dan domba.
OCHA mengungkapkan, "Untuk melindungi hewan ternak dan memperkuat ketersediaan pangan setempat, badan-badan kemanusiaan menyerukan dibukanya kembali akses impor pakan ternak, serta masuknya pasokan pertanian esensial secara penuh dan tanpa hambatan oleh sektor swasta maupun komunitas bantuan."





Komentar (0)