Kebakaran Gunung Gombak di Ponorogo Hanguskan 15 Hektare Hutan, BPBD Selidiki Penyebab

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Gunung Gombak atau Gunung Nglarangan di Dukuh Karanggayam, Desa Sukosari, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, sejak Senin sore hingga Selasa dini hari dan menghanguskan sekitar 15 hektare kawasan hutan serta lahan.

Api Berkobar Selama Delapan Jam

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo Masun mengatakan kebakaran mulai terlihat pada Senin sekitar pukul 15.00 WIB dan baru berhasil dipadamkan setelah penanganan selama kurang lebih delapan jam.

Ia mengungkapkan, "Api berasal dari bagian bawah lereng kemudian menjalar ke atas. Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan."

Menurut Masun, kobaran api awalnya membakar sisi utara Gunung Gombak sebelum meluas ke arah barat, timur, dan sebagian sisi selatan kawasan tersebut.

Proses pemadaman dilakukan secara manual dengan melibatkan personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Perhutani, relawan, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.

Petugas menggunakan peralatan sederhana seperti gepyok serta membuat sekat bakar untuk menghambat penyebaran api agar tidak semakin meluas.

Api Tidak Menjalar ke Permukiman Warga

Masun mengatakan, "Pemadaman dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan api baru benar-benar padam sekitar tengah malam. Petugas berjibaku selama kurang lebih delapan jam."

BPBD memastikan kebakaran tidak sampai menjalar ke permukiman warga meski titik api sempat berada sekitar 100 meter dari rumah penduduk.

Ia mengungkapkan, "Api tidak sampai masuk ke permukiman warga, tetapi petugas tetap melakukan pengawasan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru."

Selain Gunung Gombak, BPBD Ponorogo masih melakukan pendataan terhadap sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan lain di Kecamatan Sampung, Sambit, dan Balong.

BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan saat cuaca kering disertai angin kencang.

Masun mengingatkan, "Jika terpaksa membuat api untuk keperluan tertentu, pastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi."


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kejagung Beberkan Alasan Ambil Alih Perkara Dugaan Korupsi Febrie Ardiansyah dari Polri
• 21 jam lalu
0
thumb
Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Selimuti Permukiman, Ratusan Warga Sempat Dievakuasi | DIPO
• 1 jam lalu
0
thumb
Jaksa Agung Pastikan Tidak Ada Rivalitas dengan Kapolri
• 22 jam lalu
0
thumb
Pramono: Ada 1,1 Juta Lansia di Jakarta, Transportasi-Kesehatan Gratis Disiapkan
• 4 jam lalu
0
thumb
CFX Incar Pertumbuhan Transaksi Kripto Lewat Ekspansi Produk Derivatif
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.