Baterai iPhone Gampang Drop, Ternyata Merek HP Jadul Lebih Awet

cnbcindonesia.com
53 menit lalu
Cover Berita
Foto: Infografis/Ponsel Cepat Low Batt? 10 Aplikasi ini

Jakarta, CNBC Indonesia - Motorola mulai membekali sejumlah ponsel terbarunya keluaran 2026 dengan baterai silikon-karbon. Teknologi ini diklaim mampu meningkatkan kapasitas baterai sekaligus memperlambat penurunan kesehatan baterai (battery health) dibandingkan baterai lithium-ion yang masih banyak digunakan di iPhone dan Google Pixel.

Kapasitas baterai memang menjadi salah satu faktor penting, tetapi bukan satu-satunya penentu daya tahan perangkat. Seiring pemakaian, seluruh baterai ponsel akan mengalami degradasi atau penurunan kapasitas penyimpanan daya setelah melewati sejumlah siklus pengisian atau charging cycle.


Sebagai gambaran, satu charging cycle terjadi ketika pengguna menghabiskan total 100% daya baterai, meski tidak harus dalam satu hari. Misalnya, baterai digunakan 60% pada hari pertama lalu diisi penuh, kemudian digunakan lagi 40% pada hari berikutnya. Total penggunaan tersebut dihitung sebagai satu siklus pengisian.

Motorola menyebut baterai silikon-karbon yang digunakan pada seri Edge 70 dan Razr mengalami degradasi jauh lebih lambat dibandingkan baterai lithium-ion yang dipakai iPhone maupun Pixel. Sebaliknya, lini Moto G masih menggunakan baterai lithium-polymer.

"Motorola melakukan pengujian baterai secara menyeluruh pada semua perangkat, termasuk uji siklus, dan terus melakukan peningkatan di setiap generasi. Saat ini, baterai silikon Motorola rata-rata mampu bertahan antara 1.000 hingga 1.200 siklus sebelum kapasitasnya turun menjadi 80%," kata juru bicara Motorola, dikutip dari Phone Arena, Selasa (14/7/2026)

Pilihan Redaksi
  • Sisa Umur HP Ternyata Bisa Dicek Sendiri, Begini Caranya
  • Jangan Salah, Begini Cara Ngecas HP agar Baterai Awet dan Tahan Lama

Berdasarkan data European Product Registry for Energy Labelling (EPREL) milik Komisi Eropa, sejumlah ponsel Motorola terbaru diperkirakan baru turun hingga 80% dari kapasitas awal setelah melewati siklus pengisian berikut:

Motorola Edge 70: 1.000 siklus

Edge 70 Fusion: 1.000-1.200 siklus (tergantung varian)

Edge 70 Pro: 1.200 siklus

Razr 70: 1.200 siklus

Razr 70 Plus: 1.200 siklus

Razr 70 Ultra: 1.200 siklus

Razr Fold: 1.200 siklus

Signature: 1.200 siklus

Baterai HP Samsung Lebih Awet

Meski demikian, angka tersebut masih berada di bawah Samsung. Rata-rata ponsel Samsung mampu bertahan hingga sekitar 2.000 siklus pengisian sebelum kapasitas baterainya menyusut menjadi 80%.

Samsung dapat mencapai angka tersebut berkat kombinasi perangkat lunak dan sistem pendingin yang lebih baik. Perusahaan menampilkan indikator baterai 100% meski kapasitas sebenarnya sedikit di bawah angka tersebut. Cara ini mengurangi tekanan pada baterai lithium-ion yang umumnya paling besar saat berada dalam kondisi terisi penuh.

Selain itu, sistem pembuangan panas yang lebih baik membuat baterai Samsung mampu menjalani lebih banyak siklus pengisian sebelum mengalami degradasi.

Jika dibandingkan dengan produsen lain yang juga memakai baterai silikon-karbon, performa Motorola juga belum menjadi yang terbaik. OnePlus 15R memiliki rating 1.300 siklus pengisian, HONOR Magic 8 Pro mencapai 1.600 siklus, sedangkan Nothing Phone 3 tercatat mampu bertahan hingga 1.400 siklus.

Namun, teknologi baterai silikon-karbon masih tergolong baru bagi Motorola. Seiring pengembangan teknologi, kemampuan baterai tersebut diperkirakan masih akan terus meningkat pada generasi berikutnya.

Spesifikasi charging cycle sendiri bukan fitur yang umum dipromosikan produsen ponsel. Sebab, angka tersebut lebih menggambarkan performa baterai dalam jangka panjang, bukan kemampuan perangkat saat pertama kali digunakan.

Dari sisi kapasitas, Motorola Edge 70 dibekali baterai 4.800 mAh, sementara Edge 70 Pro mengusung baterai 6.500 mAh. Razr 70 membawa baterai 4.800 mAh dan Razr 70 Ultra menggunakan baterai berkapasitas 5.000 mAh.

Ke depan, peningkatan daya tahan baterai diperkirakan tidak hanya bergantung pada kapasitas yang lebih besar, tetapi juga efisiensi chipset. Prosesor Tensor G6 milik Google dan Apple A20 Pro disebut akan diproduksi menggunakan proses manufaktur 2 nanometer (nm) dari TSMC. Teknologi tersebut diyakini mampu menekan konsumsi daya sekaligus meningkatkan efisiensi perangkat.

Apple juga dirumorkan akan meningkatkan kapasitas baterai pada iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Sementara itu, Google justru disebut akan sedikit mengurangi kapasitas baterai Pixel 11 Pro dan Pixel 11 Pro XL dibandingkan generasi sebelumnya, dengan mengandalkan efisiensi Tensor G6 untuk menjaga daya tahan baterai tetap optimal.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Intip Potensi Tokenisasi Aset Jadi Investasi Digital Masa Depan

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Komisi III DPR Tolak Usulan Mahfud MD agar KPK Ambil Alih Kasus Eks Jampidsus
• 4 jam lalu
0
thumb
Kapolri dan Jaksa Agung Mesra Salam Komando, Tegaskan Tak Ada Konflik
• 19 jam lalu
0
thumb
Suami di Semarang Pukul Selingkuhan Istri Pakai Sapu hingga Buta
• 11 jam lalu
0
thumb
Pertamina Berhasil Bawa LPG 45,9 Ribu Metrik Ton LPG dari AS
• 21 jam lalu
0
thumb
Hotel Grandhika Pemuda Semarang Hadirkan Promo Friday Staycation
• 48 menit lalu
0
Berhasil disimpan.