TABLOIDBINTANG.COM - Siapa sangka, salah satu penumpang di bus umum yang padat di New York ternyata adalah mantan anggota keluarga kekaisaran Jepang.
Mako Komuro, yang sebelumnya dikenal sebagai Putri Mako, menjadi perbincangan di media sosial setelah foto dan video dirinya bersama sang suami, Kei Komuro, saat menaiki bus umum di New York City viral.
Dalam rekaman yang beredar, pasangan tersebut tampil sederhana dengan pakaian kasual. Mereka berdiri di antara para penumpang lain tanpa mendapat perlakuan khusus maupun menarik perhatian. Bahkan, tidak tampak ada penumpang yang menyadari bahwa salah satu dari mereka merupakan mantan putri Jepang.
Pemandangan itu terasa istimewa mengingat Mako merupakan putri sulung Putra Mahkota Jepang, Pangeran Fumihito, dan Putri Mahkota Kiko. Ia memilih melepaskan status bangsawannya demi menikahi Kei Komuro, pria yang berasal dari kalangan rakyat biasa.
Mako memiliki dua adik, yakni Putri Kako Akishino yang kini berusia 31 tahun dan Pangeran Hisahito Akishino berusia 19 tahun. Hisahito saat ini menjadi pewaris kedua takhta Kekaisaran Jepang setelah ayahnya.
Hidup Sederhana di Amerika Serikat
Menurut berbagai laporan dan penampakan selama beberapa tahun terakhir, Mako dan Kei memang menjalani kehidupan yang jauh dari kemewahan kerajaan. Keduanya kerap menggunakan transportasi umum, berjalan kaki di sekitar lingkungan tempat tinggal, hingga berbelanja kebutuhan sehari-hari tanpa pengawalan khusus.
Setelah pindah ke Amerika Serikat pada 2021, pasangan ini sempat tinggal di Manhattan, New York. Namun, belakangan mereka dikabarkan menetap di sebuah kondominium sederhana di Connecticut.
Pada Mei 2025, Mako dan Kei menyambut kelahiran anak pertama mereka yang berjenis kelamin perempuan. Hingga kini, nama putri mereka belum pernah diumumkan kepada publik.
Kisah cinta Mako dan Kei menjadi sorotan dunia ketika mereka resmi menikah pada 2021 melalui upacara sipil yang berlangsung sederhana.
Berdasarkan hukum Kekaisaran Jepang, anggota perempuan keluarga kekaisaran harus kehilangan status kerajaannya apabila menikahi pria yang bukan berasal dari kalangan bangsawan.
Tak hanya itu, Mako juga menolak menerima pembayaran dari pemerintah Jepang yang secara tradisi diberikan kepada anggota perempuan keluarga kekaisaran saat meninggalkan status kerajaan. Nilai kompensasi tersebut diperkirakan mencapai 1,3 juta hingga 1,4 juta dolar AS.
Keputusan tersebut dinilai sebagai upaya Mako untuk menghindari kontroversi publik yang selama bertahun-tahun mengiringi hubungan cintanya dengan Kei Komuro.
Kini, alih-alih menjalani kehidupan sebagai bangsawan, Mako memilih hidup sederhana bersama suami dan putrinya di Amerika Serikat, jauh dari sorotan kehidupan istana Jepang.





Komentar (0)