TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah mulai terlihat di sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Tangerang Selatan pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026).
Sejumlah ayah tampak hadir mengantar anak mereka memasuki gerbang sekolah. Bahkan, ada ayah yang rela mengajukan cuti kerja agar dapat mendampingi buah hatinya.
Meski demikian, berdasarkan pantauan Kompas.com di SDN Pondok Ranji 03 dan SDN Jombang 04, kehadiran para ayah masih kalah jauh dibandingkan ibu-ibu yang mendominasi halaman sekolah sejak pagi.
Baca juga: 168.497 Lansia Terdaftar Kartu Lansia Jakarta, Dapat Layanan Kesehatan-Transportasi Gratis
Rela cuti demi mengantar anak di hari pertama sekolahSalah seorang ayah yang mengantarkan anak ke sekolah adalah Faisal (34), warga Jombang, Tangerang Selatan.
Ia mengaku sengaja mengajukan cuti kerja sejak sebulan sebelumnya agar dapat mengantar putra keduanya yang baru masuk sekolah dasar.
"Emang sudah niat dari sebulan yang lalu udah request dari pekerjaan," ujar Faisal saat ditemui Kompas.com di SDN Jombang 04, Senin.
Menurut Faisal, momen hari pertama sekolah merupakan pengalaman yang tidak ingin ia lewatkan.
Ia ingin menyaksikan langsung bagaimana putranya beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan teman-teman baru.
Selain itu, ia juga ingin melihat momen pertama sang anak mengenakan seragam merah putih.
"Biar anak juga senang, 'oh ada orangtua gue'. Pengen lihat momen pertama dia pakai baju SD aja, momen senang anaknya," ujar Faisal.
Baca juga: Kronologi Truk Tabrak JPO di Tendean Jaksel, Saksi Sebut Kendaraan Melaju Kencang
Hal serupa juga disampaikan Hasanudin (48). Bertepatan dengan jadwal libur kerja, ia memilih mengantar putrinya pada hari pertama sekolah.
"Iya pas kebetulan kerja lagi libur, jadi bisa nganterin, ada waktu. Entar kalau udah masuk kerja mah paling ibunya yang nganterin," kata Hasanudin.
Menurut dia, kehadiran seorang ayah pada hari pertama sekolah dapat menjadi penyemangat bagi anak yang akan memasuki lingkungan baru. Maka dari itu, ia tak ingin melewatkan momen-momen tersebut.
"Momennya ya supaya anak ini masuk sekolah bisa ceria, temannya lebih banyak dari sekolah sebelumnya atau TK. Yang keduanya biar dia semangat dianterin sama ayahnya, biasanya kan seringnya sama bundanya, sekarang sekali-sekali sama ayah," ucap Hasanudin.
Meski Gerakan Ayah Mengantar Anak mulai terlihat, pantauan Kompas.com menunjukkan jumlah ibu yang hadir masih jauh lebih banyak dibandingkan ayah.






Komentar (0)