Ditgakkum Korlantas Lakukan Pendalaman Penyebab Kecelakaan Maut di Jalur Pantura

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, INDRAMAYU - Direktorat Penegakan Hukum (Ditgakkum) Korlantas Polri bergerak cepat melakukan asistensi dalam penanganan kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Pantura, tepatnya di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (13/7). Kecelakaan yang melibatkan 18 orang tersebut mengakibatkan 12 orang meninggal dunia.

Atas arahan Kakorlantas Polri Irjen Wibowo, Dirgakkum Brigjen I Made Agus Prasatya langsung mengerahkan tim asistensi ke lokasi kejadian. Tim dipimpin Kasubdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Mariochristy PS Siregar, dengan pelaksanaan kegiatan di lapangan dipimpin Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri AKBP Sandhi Widyanoe.

BACA JUGA: Sopir Pikap Rombongan Hajatan yang Kecelakaan di Pantura Tewas, Jumlah Korban Jadi 12 Orang

Asistensi dilakukan bersama Ditgakkum Polda Jawa Barat, Satlantas Polres Indramayu, Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Korlantas Polri, serta melibatkan Dinas Perhubungan dan PUPR Provinsi Jawa Barat.

Dalam rapat awal bersama Polres Indramayu, tim melakukan pendalaman terhadap hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), keterangan saksi, serta barang bukti. Berdasarkan hasil sementara, tidak ditemukan jejak pengereman dari dua kendaraan truk Hino yang terlibat sebelum menabrak kendaraan Daihatsu Grand Max yang sedang berhenti untuk berputar balik.

BACA JUGA: Kecelakaan Maut Truk Tabrak Motor di Bekasi, 1 Tewas, 5 Luka-Luka 

Penyidik juga telah meminta keterangan kepada pengemudi truk, namun proses pemeriksaan masih mempertimbangkan kondisi psikologis yang bersangkutan karena masih mengalami trauma.

Selain itu, tim memperoleh rekaman video yang beredar di media sosial untuk mendukung analisis kecepatan kendaraan sebelum kecelakaan terjadi. Sementara hasil pemeriksaan CCTV di sekitar lokasi belum menemukan kamera yang mengarah langsung ke titik kejadian.

BACA JUGA: Pelajar Tewas Kecelakaan Kamis Dini Hari di Bandung Timur, Polisi Temukan Fakta Ini

Untuk memperkuat pembuktian secara ilmiah, Ditgakkum Korlantas Polri bersama Tim TAA melaksanakan olah TKP menggunakan teknologi 3D Laser Scanner. Hasil pemeriksaan menemukan adanya perbedaan elevasi permukaan jalan sekitar 10 sentimeter antara jalur A dan jalur B. Di lokasi juga tidak ditemukan rambu lalu lintas maupun petunjuk putar balik.

Tim turut mengidentifikasi bahwa titik putar balik yang digunakan bukan merupakan U-turn resmi, melainkan akses yang dibuka secara tidak resmi oleh masyarakat. Berdasarkan keterangan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, jarak antar U-turn resmi di ruas jalan tersebut sekitar 800 meter.

Sebagai tindak lanjut, Ditgakkum Korlantas Polri menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Dinas Perhubungan dan PUPR Provinsi Jawa Barat guna mengevaluasi aspek keselamatan jalan di sepanjang ruas Pantura Desa Kiajaran Kulon.

Hasil evaluasi menyepakati perlunya penataan kembali titik putar balik sesuai ketentuan, peningkatan koordinasi antara kepolisian dan instansi terkait, serta evaluasi pemasangan rambu-rambu lalu lintas untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Seluruh hasil olah TKP dan analisis teknis telah diserahkan kepada penyidik sebagai bahan penyidikan lebih lanjut.

Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen I Made Agus Prasatya menegaskan asistensi ini merupakan bentuk komitmen Korlantas Polri dalam mengungkap penyebab kecelakaan secara komprehensif sekaligus mendorong perbaikan aspek keselamatan jalan.

“Kami memastikan setiap kecelakaan lalu lintas, khususnya yang menimbulkan korban jiwa, ditangani secara profesional, ilmiah, dan transparan. Hasil analisis ini tidak hanya menjadi bagian dari proses penegakan hukum, tetapi juga sebagai dasar evaluasi bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa,” ujar Brigjen I Made Agus Prasatya.

Korlantas Polri mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, serta memanfaatkan fasilitas putar balik yang telah ditetapkan demi menjaga keselamatan bersama. (cuy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kecelakaan di Pantura Tewaskan Tiga Orang, Begini Kejadiannya


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BeauPicks: 4 Rekomendasi Skincare Lokal untuk Rawat Skin Barrier
• 18 jam lalu
0
thumb
Truk Angkut Alat Berat Tersangkut JPO di Tendean Jaksel
• 8 jam lalu
0
thumb
Mastercard Perkuat Dukungan untuk Musisi Lokal Lewat Program Akselerasi Tahunan di Asia Tenggara
• 21 jam lalu
0
thumb
Hearts2Hearts Persembahkan Lemon Tang Club Mission di Dua Lokasi Ikonik Jakarta
• 20 jam lalu
0
thumb
Tiga Pengedar Tramadol di Jakbar Ditangkap, Berkedok Buka Warkop
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.