Kalau Ibunya Erling Haaland Bikin MPASI, Ini Menu yang Bisa Ditiru

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Moms, pola makan pesepak bola asal Norwegia, Erling Haaland belakangan kembali menjadi perbincangan. Bukan hanya karena ia disebut mengonsumsi sekitar 6.000 kalori per hari, tetapi juga karena menu hariannya didominasi bahan makanan bergizi, seperti daging, ikan, telur, buah, dan sayur.

Tentu, kebutuhan gizi atlet profesional tidak bisa disamakan dengan bayi maupun anak-anak. Namun, variasi bahan makanan yang dikonsumsi Haaland bisa menjadi inspirasi saat menyiapkan MPASI atau menu keluarga di rumah. Yang bisa ditiru bukan jumlah kalorinya, melainkan keberagaman sumber gizinya ya, Moms.

Bahan Makanan yang Bisa Jadi Inspirasi MPASI

Beberapa bahan makanan yang kerap masuk dalam pola makan Haaland juga merupakan sumber nutrisi penting bagi bayi yang sudah memasuki usia MPASI, selama diberikan sesuai usia dan tekstur yang tepat, misalnya:

1. Daging sapi yang kaya protein dan zat besi untuk mendukung pertumbuhan serta membantu mencegah anemia.

2. Hati sapi yang mengandung vitamin A, vitamin B12, folat, dan zat besi.

2. Ikan seperti salmon dapat menjadi sumber protein sekaligus asam lemak omega-3 yang berperan dalam perkembangan otak anak.

3. Telur juga merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang mudah diolah menjadi berbagai menu MPASI.

4. Sayur dan buah sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat yang juga bisa jadi pelengkap sumber gizi.

5. Nasi, kentang, atau sumber karbohidrat kompleks lainnya dibutuhkan sebagai sumber energi untuk mendukung aktivitas dan tumbuh kembang anak.

Haaland juga pernah mengungkapkan bahwa ia menyukai jantung sapi. Namun, kebiasaan tersebut merupakan bagian dari pola makan pribadinya sebagai atlet profesional, bukan rekomendasi khusus untuk bayi maupun anak.

Kebutuhan Kalori Anak Berbeda dengan Atlet

Meski Haaland membutuhkan sekitar 6.000 kalori setiap hari, kebutuhan energi anak jauh lebih rendah dan bervariasi.

Hal ini dipengaruhi oleh usia, berat badan, jenis kelamin, hingga tingkat aktivitas fisik.

Menurut dokter spesialis anak, dr. Reza Abdussalam, Sp.A, orang tua sebaiknya tidak terpaku pada jumlah kalori, melainkan memastikan kualitas gizi di setiap porsi makan anak.

"Anak yang sangat aktif butuh kalori lebih banyak dibanding rerata usianya. Pastikan kebutuhan nutrisi makro dan mikronutrien terpenuhi di tiap porsi makan anak, hindari makanan UPF, dan batasi konsumsi gula. Selalu pantau kenaikan berat dan tinggi badan secara berkala," ujar dr. Reza pada kumparanMOM, Senin (13/7).

Ia juga mengingatkan bahwa pemberian kalori secara berlebihan dapat meningkatkan berbagai risiko

"Kalau kebanyakan kalori bisa menimbulkan overweight, obesitas, hingga diabetes di kemudian hari," tambahnya.

Karena itu, saat menyusun MPASI atau menu harian si kecil, fokuslah pada variasi bahan makanan dan keseimbangan gizinya, bukan mengikuti porsi makan atlet profesional ya, Moms.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Peradi Usul Pembentukan Lembaga Khusus Untuk Kelola Aset Hasil Rampasan
• 2 jam lalu
0
thumb
Rooney Remehkan Timnas Argentina, Sebut Swiss Lebih Merepotkan bagi Inggris
• 22 jam lalu
0
thumb
Kejagung Tegaskan Pengamanan TNI untuk Febrie Adriansyah Sudah Dicabut Usai Lepas Jabatan Jampidsus
• 19 jam lalu
0
thumb
AS Umumkan Gelombang Serangannya ke Iran Telah Berakhir
• 4 jam lalu
0
thumb
Amerika Serikat Mengeluarkan Ultimatum Terakhir, Menuntut Iran Menjamin Keamanan Pelayaran di Selat Hormuz
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.