Fitur Baru Instagram Bikin Heboh Dikecam Warga, Nasibnya Begini

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden AS Donald Trump menggungah sebuah video yang tampaknya dibuat oleh AI tentang visinya untuk Jalur Gaza yang sedang berjuang. (Instagram/@realdonaldtrump)

Jakarta, CNBC Indonesia - Meta menghentikan fitur kecerdasan buatan (AI), Muse Image, yang baru diluncurkan pekan lalu setelah menuai kritik luas terkait masalah privasi. Fitur tersebut sebelumnya memungkinkan pengguna membuat gambar berbasis akun Instagram yang bersifat publik.

Meta menyatakan tujuan awal peluncuran fitur tersebut adalah menyediakan alat kreatif yang bermanfaat sekaligus memberi kendali kepada pengguna atas apakah konten publik mereka dapat dijadikan referensi oleh AI.

"Kami bermaksud menyediakan alat kreatif yang bermanfaat dan memberi kendali kepada pengguna mengenai apakah konten publik mereka dapat dirujuk dengan cara ini," kata Meta dalam sebuah pernyataan, dikutip dari The Guardian, Selasa (15/7/2026).


Namun, perusahaan mengakui fitur tersebut tidak diterima dengan baik oleh pengguna.

"Kami telah mendengar masukan bahwa fitur ini tidak memenuhi harapan, sehingga kini sudah tidak lagi tersedia," lanjut Meta.

Pilihan Redaksi
  • Iklan Medsos Jadi Ladang Penipuan Modus Baru, Sudah Banyak Korban
  • Marak Spam Promo Judol di Medsos, Pakar Minta Aplikasi Tanggung Jawab

Sebagai informasi, Meta, induk Facebook dan Instagram, meluncurkan Muse Image pada Selasa pekan lalu. Teknologi itu merupakan model pembuat gambar pertama yang dikembangkan Meta Superintelligence Labs.

Fitur tersebut terintegrasi ke chatbot Meta AI dan memungkinkan pengguna membuat gambar menggunakan foto sebagai masukan. Pengguna juga dapat mengedit hasil gambar secara langsung melalui sketsa.

Tak lama setelah dirilis, fitur itu langsung menuai kritik karena dinilai berpotensi mengganggu privasi. Selain itu, fitur tersebut aktif secara otomatis sehingga pengguna harus menonaktifkannya sendiri jika tidak ingin ikut serta.

Aktris peraih Emmy, Hannah Einbinder, yang dikenal lewat serial Hacks, turut mengkritik fitur tersebut melalui Instagram. Ia mengatakan fitur itu diaktifkan secara otomatis dan mengimbau pengguna segera menonaktifkannya.

Serikat pekerja aktor dan profesional media SAG-AFTRA juga meminta anggotanya serta pengguna Instagram lainnya untuk keluar (opt out) dari fitur tersebut pada Kamis.

"Segala bentuk penggunaan gambar pengguna Instagram selain melalui persetujuan yang jelas dan tegas tidak dapat diterima. Ini merupakan kesalahan besar dalam membaca sentimen publik terkait bahaya dan dampak yang melekat pada penggunaan seperti ini," kata SAG-AFTRA.

Setelah Meta memutuskan menghentikan fitur tersebut, SAG-AFTRA menyambut baik langkah tersebut.

"Dengan risiko replika digital tanpa persetujuan yang sudah diketahui luas, fitur yang mendorong perilaku semacam itu bukanlah langkah yang bijak. Kami menghargai keputusan penghentian ini. Ini adalah tindakan yang bertanggung jawab," ujar juru bicara serikat tersebut.

Keputusan Meta menarik fitur tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap perusahaan teknologi agar memberikan kendali yang lebih jelas kepada pengguna mengenai bagaimana konten publik mereka digunakan untuk mendukung fitur-fitur AI.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video:Jurus Komdigi Dorong Kemandirian Teknologi & Jamin Keamanan Data

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
PGN Tegaskan Kesiapan, Perkuat Prospek Pertumbuhan Bisnis-Konektivitas
• 21 jam lalu
0
thumb
Kasus Febrie di Tangan Kejagung, KPK Supervisi
• 9 jam lalu
0
thumb
Enam Maskapai Berebut Masuk Bandara Husein, Ini Rute yang Diajukan
• 7 jam lalu
0
thumb
Kejagung Pastikan Tak Ada Lagi Pengawalan TNI untuk Febrie Adriansyah
• 18 jam lalu
0
thumb
Pengakuan Keluarga Santri Dibakar Bikin Merinding, Polisi Sampai Turun Tangan Paksa Setujui Surat Damai
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.