Pertamina optimalkan produksi migas Rokan lewat penguatan kelistrikan

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memperkuat infrastruktur kelistrikan di Lapangan Libo, Kabupaten Siak, Riau, untuk mendukung pengoperasian sejumlah sumur baru dan mengoptimalkan produksi minyak dan gas bumi (migas).

“Infrastruktur ini sangat berguna untuk mendukung produksi di Zona Rokan. Terus semangat one goal, untuk operasi yang andal, selamat, dan efisien untuk keandalan produksi,” ujar Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Sebastian Julius dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Selasa.

GM Zona Rokan Andre Wijanarko menjelaskan bahwa di industri migas, produksi tidak hanya ditentukan oleh cadangan yang tersimpan di bawah permukaan bumi. Di balik setiap sumur yang beroperasi, terdapat sistem penunjang yang bekerja tanpa henti, salah satunya pasokan listrik yang andal.

Oleh karena itu, Pertamina Hulu Rokan memperkuat infrastruktur kelistrikan di Lapangan Libo, Kabupaten Siak, Riau. Melalui proyek Libo Substation Upgrade, PHR meningkatkan kapasitas gardu induk Libo dari 10,5 MVA menjadi 24,5 MVA, atau bertambah 14 MVA untuk mendukung pengembangan sumur-sumur baru dan menjaga keberlanjutan produksi migas di Wilayah Kerja Rokan.

Bagi area Libo Southeast, peningkatan kapasitas listrik menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Kawasan ini saat ini menjadi salah satu fokus pengembangan sumur produksi dan sumur injeksi. Seiring bertambahnya aktivitas pemboran dan pengoperasian fasilitas produksi, kebutuhan daya listrik pun meningkat signifikan.

Berbagai peralatan produksi, mulai dari Electrical Submersible Pump (ESP) hingga Water Injection Pump (WIP), memerlukan pasokan energi yang stabil agar minyak dapat diproduksikan secara optimal. Tanpa dukungan kelistrikan yang memadai, upaya peningkatan produksi akan menghadapi tantangan yang tidak ringan.

"Melalui Libo Substation Upgrade, PHR memastikan pasokan listrik yang andal untuk mendukung pengoperasian sumur-sumur baru dan mengoptimalkan produksi migas bagi kebutuhan energi nasional," ujarnya.

Dari sisi teknis, proyek mencakup pemasangan power transformer berkapasitas 14 MVA, voltage regulator 1,4 MVA, sistem proteksi dan pengukuran baru, pembangunan gedung kontrol kelistrikan, serta penarikan jaringan kabel distribusi sepanjang sekitar 2,5 kilometer.

Bagi PHR, gardu induk yang kini memiliki kapasitas lebih besar itu bukan sekadar fasilitas kelistrikan. Ia menjadi penggerak di balik operasi lapangan, memastikan energi terus mengalir sehingga produksi migas dari Lapangan Libo dapat terus memberi kontribusi bagi kebutuhan energi Indonesia.

Baca juga: SKK Migas: Sumur MNK di Rokan produksi 500 barel minyak per hari

Baca juga: ESDM sebut aliran gas Rokan mulai pulih setelah ledakan pipa gas


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bau Amis di Balik Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polisi ke Kejagung: Belum Pernah Terjadi
• 15 jam lalu
0
thumb
Tabrak JPO Kapten Tendean, Pengendara Truk Diperiksa
• 4 jam lalu
0
thumb
Warga dan Pedagang Tanah Abang Resahkan Peredaran Obat Keras Ilegal, Minta Polisi Tangkap Bandarnya
• 2 jam lalu
0
thumb
Harga Emas Jatuh 3 Persen, Konflik Timur Tengah Hidupkan Lagi Ancaman Suku Bunga Tinggi
• 8 jam lalu
0
thumb
Cara Self Healing Sederhana Tanpa Keluar Banyak Budget ala teman kumparan
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.