Pemerintah: Penampungan Sampah Lumpuh Total pada 2028, jika Tak Ada Pengelolaan Terpadu

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M Qodari mengatakan, apabila tidak ada pengelolaan terpadu, maka tempat penampungan sampah di Indonesia akan lumpuh pada tahun 2028 mendatang.

Qodari pun mengungkit pesan Presiden Prabowo Subianto, di mana persoalan sampah adalah permasalahan bersama, dan harus diselesaikan sesegera mungkin. Prabowo, kata Qodari, pernah mengatakan bahwa penanganan sampah tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama.

“Jika kita tetap membiarkan sampah menumpuk tanpa pengelolaan yang terpadu, maka pada 2028 tempat-tempat penampungan sampah kita akan lumpuh total karena kelebihan kapasitas,” ujar Qodari dalam keterangan Bakom, Senin (13/7/2026) malam.

Baca juga: Sudah Puluhan Kali Lapor ke JAKI, tapi Sampah Tidak Diangkut Semuanya

Maka dari itu, Qodari menyampaikan pemerintah memulai pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya di Bali.

“Proyek ini bagian dari upaya menghadirkan solusi yang lebih berkelanjutan terhadap persoalan sampah, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatannya sebagai sumber energi baru yang ramah lingkungan,” ucapnya.

Qodari mengungkapkan, kondisi kedaruratan ini sudah terlihat jelas di Pulau Bali, khususnya pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung.

Dari total timbulan sampah gabungan Kota Denpasar dan Kabupaten Badung yang mencapai sekitar 1.600 ton per hari, lebih dari 72 persen di antaranya masih dibuang langsung ke TPA.

Baca juga: Sopir Truk Sampah Curi 20 Liter BBM dari Kendaraan Dinas LH di Jakut, Didenda Rp 5 Juta

Oleh karena itu, jelas Qodari, pemerintah melalui Danantara mengambil langkah nyata melalui peletakan batu pertama pembangunan fasilitas PSEL Denpasar Raya pada 8 Juli 2026.

Langkah ini menjadi implementasi perdana dari Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Menurut Qodari, fasilitas modern yang memiliki nilai investasi Rp 3 triliun ini ditargetkan beroperasi pada akhir 2027.

PSEL ini dirancang untuk mampu mengolah hingga 1.500 ton sampah per hari dan menggunakan teknologi moving grate incinerator, yakni mengaduk dan mendorong sampah secara otomatis melintasi ruang bakar bersuhu tinggi.

Baca juga: Sampah di Rusun Waduk Pluit Jakut Menggunung, Truk Pengangkut Banyak yang Rusak

Sistem ini sangat efisien mereduksi volume sampah 80 sampai 90 persen, sekaligus mengubahnya menjadi energi listrik.

Sementara itu, sisa timbulan sampah akan ditangani secara menyeluruh melalui pendekatan reduce, reuse, dan recycle dari sumbernya.

“Ini bukan sekadar membangun gedung atau mesin, melainkan membangun solusi jangka panjang demi memulihkan hak masyarakat atas lingkungan yang bersih dan sehat,” kata Qodari.

Lewat teknologi ramah lingkungan ini, sampah diubah menjadi sumber daya yang membawa berkah, memiliki nilai ekonomi, dan bermanfaat langsung bagi hajat hidup orang banyak.

Fasilitas di Bali ini akan menjadi pelopor dan tolok ukur bagi wilayah lain di Indonesia. Ke depannya, PSEL diproyeksikan akan hadir di 34 kawasan aglomerasi untuk menyelesaikan persoalan sampah di 60 hingga 70 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Qodari berharap, kebijakan ini bisa membawa manfaat ganda yang luar biasa.

Baca juga: Viral Sopir Truk Sampah Curi 20 Liter BBM dari Kendaraan Dinas LH di Jakut

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Qodari mengklaim, proyek PSEL ini akan menggerakkan roda ekonomi masyarakat dengan menyerap sekitar 1.200 lapangan kerja hijau atau green jobs, mengundang investasi teknologi hijau, dan menciptakan ekosistem perputaran ekonomi yang sehat.

“Ini adalah wujud nyata dari transformasi pembangunan lingkungan yang berorientasi pada masa depan. Pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa pembangunan fasilitas ini berjalan cepat dan tepat sasaran,” imbuh Qodari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Topan “Bavi” Menerjang Pesisir Tiongkok, Pohon-pohon Tumbang dan Penerbangan Dibatalkan
• 4 jam lalu
0
thumb
Polisi Tangkap Peneror Bom SDN Srengseng Sawah, Rumah Pelaku di Sekitar Sekolah
• 22 jam lalu
0
thumb
Kehadiran Orang Tua Kunci Penguatan Psikologis Anak pada Hari Pertama Sekolah
• 23 jam lalu
0
thumb
Mendikdasmen Ubah Konsep MPLS Jadi Lebih Ramah dan Humanis
• 23 jam lalu
0
thumb
Tragis! Pasutri Ditemukan Tewas Berpelukan saat Rumahnya Terbakar
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.