JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membagikan infografis resmi yang memuat sejumlah fakta mengenai fenomena El Nino, Senin (13/7/2026).
BMKG menjelaskan El Nino merupakan fenomena iklim yang dapat mengurangi curah hujan di sebagian wilayah Indonesia, tetapi tidak selalu menimbulkan dampak yang sama di setiap daerah.
Infografis tersebut juga menampilkan data anomali suhu muka laut pada Juni 2026 dengan nilai SSTA Nino3.4 sebesar 1,56 yang menunjukkan kondisi El Nino kuat.
Pengertian El Nino dan Penyebab Berkurangnya Curah HujanMenurut BMKG, El Nino adalah fenomena ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur menjadi lebih hangat dari biasanya.
Baca Juga: Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan: El Nino Masih Bertahan, BMKG Ungkap Potensi Hujan Berkurang
Kondisi ini membuat pembentukan awan hujan bergeser menjauh dari Indonesia sehingga curah hujan di sejumlah wilayah dapat berkurang.
Infografis BMKG juga memuat parameter iklim yang mendukung kondisi tersebut, yakni SSTA Nino3.4 sebesar 1,56 yang menunjukkan El Nino kuat, Dipole Mode -0,387, serta Modoki Index 0,01.
Asal Kata El NinoBMKG menjelaskan nama El Nino berasal dari bahasa Spanyol yang berarti "anak laki-laki".
Istilah tersebut digunakan oleh nelayan Peru karena fenomena ini umumnya muncul menjelang Natal.
Melalui infografis itu, BMKG juga meluruskan anggapan bahwa setiap musim kemarau selalu disertai El Nino.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- El Nino
- BMKG
- fakta El Nino
- dampak El Nino
- penyebab el nino
- el nino adalah





Komentar (0)