Amerika Serikat Klaim Telah Ambil-alih Selat Hormuz dari Iran: Mereka Sudah Tidak Punya Apa-apa Lagi

wartaekonomi.co.id
13 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait konflik dengan Iran. Kali ini, politikus itu mengklaim bahwa dirinya sudah mengantongi Selat Hormuz dari Teheran.

Trump menyatakan negaranya kini mengambil alih Selat Hormuz. Ia merupakan jalur pelayaran strategis yang selama ini menjadi titik perebutan pengaruh antara Washington dan Teheran.

Baca Juga: Belum Ditahan hingga Bisa Umrah, Kejagung Jawab Isu Soal Tersangka Kasus Korupsi Febrie Adriansyah

"Kami mengambil alih Selat Hormuz. Mereka sudah tidak punya apa-apa lagi. Mereka benar-benar tidak memiliki apa pun," kata Trump, dikutip Selasa (14/7).

Diketahui, Selat Hormuz merupakan jalur utama pengiriman minyak dari kawasan Teluk Persia ke dunia. Setiap perubahan kendali atau gangguan keamanan di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas perdagangan energi dunia dan memicu krisis ekonomi global.

Adapun Donald Trump juga mengklaim kemampuan militer musuh telah mengalami kerusakan besar akibat serangan yang dilakukan Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah berlanjutnya operasi militer negara terhadap sasaran-sasaran di Iran.

Ia mengatakan angkatan laut, angkatan udara hingga kemampuan rudal musuh kini nyaris tidak lagi memiliki daya tempur. Trump juga menyinggung sejumlah pemimpin negara tersebut yang menurutnya telah tewas dalam konflik tersebut.

Trump juga mengatakan bahwa sehari sebelumnya, ada perundingan selama hampir 11 jam dari Iran. Namun, ia menilai proses negosiasi selalu berujung pada perubahan tuntutan dari pihak Teheran. Ia menegaskan pemerintahannya tidak lagi bersedia memenuhi perubahan-perubahan yang diajukan musuh dalam proses perundingan.

Pernyataan Trump mengenai pengambilalihan jalur perdagangan bebas terkait diperkirakan akan memicu perhatian internasional. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi lintasan utama distribusi minyak dari kawasan Teluk Persia ke dunia.

Baca Juga: Sudah Terendus, Ahmad Khozinudin Klaim Ada Pengkhianat Mencoba Selamatkan Jokowi di Kasus Ijazah

Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Iran. Namun, pernyataan tersebut semakin memperlihatkan kerasnya sikap salah satu negara di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Komisi III DPR Tegaskan KPK Supervisi Kasus Febrie yang Diserahkan ke Kejagung
• 22 jam lalu
0
thumb
Pengiriman Smartphone Global Jatuh ke Level Terendah dalam 13 Tahun Imbas Krisis Memori
• 2 jam lalu
0
thumb
Daftar Mobil Baru yang Meluncur di GIIAS 2026
• 21 jam lalu
0
thumb
Kejagung Ungkap Alasan Ambil Alih Kasus Febrie dari Polri: Salah Satu Terduga Oknum Internal
• 20 jam lalu
0
thumb
Australia Bidik Lebih Banyak Impor Kakao dan Cokelat dari Indonesia
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.