Mandy CJ Angkat Isu Toleransi Agama Melalui Pameran Tunggal Perdana ‘The Way Back’

jpnn.com
13 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Seniman visual Mandy CJ menggelar pameran tunggal perdananya bertajuk The Way Back di Galeri C Project by Museum Of Toys (MOT), Wisma Geha, 2nd Floor, Menteng, Jakarta Pusat pada 11 Juli hingga 15 Agustus 2026.

Pameran ini merupakan eksplorasi personal Mandy CJ mengenai iman, identitas, dan pencarian makna yang lahir dari perjalanan spiritual panjang.

BACA JUGA: Memilih Antara Diam atau Melawan, Seniman Disiden Tiongkok Gelar Pameran Tunggal Pertama di Australia

Dikuratori oleh Doni Ahmad, pameran ini menghadirkan rangkaian karya yang merefleksikan pergulatan antara keyakinan, keraguan, hingga penerimaan diri melalui perspektif yang lebih penuh kasih dan welas asih.

Angkat Isu Toleransi Agama, Mandy CJ Ubah Kemarahan Menjadi Ruang Dialog

BACA JUGA: Tinjau Pameran Mata Hati Soekarno, Megawati Bernostalgia Lihat Lukisan Agus Noor

Mandy CJ mengatakan dalam perjalanan karyanya, ada fase awal ketika dirinya banyak mengekspresikan kemarahan, terutama terkait standar ganda yang ada dalam narasi keagamaan seperti figur perempuan yang sering ditempatkan dalam dua ekstrem: Mary Magdalene atau Mother Mary, virgin atau whore.

Alih-alih menghadirkan kritik terhadap agama, pameran ini menawarkan refleksi tentang kemungkinan rekonsiliasi antara iman dan pertanyaan-pertanyaan yang muncul di sepanjang perjalanan hidup.

BACA JUGA: Koelnmesse dan Amara Expo Perkuat Posisi Indonesia Sebagai Pusat Pameran Global

Seniman visual Mandy CJ menggelar pameran tunggal perdananya bertajuk The Way Back di Galeri C Project by Museum Of Toys (MOT), Wisma Geha, 2nd Floor, Menteng, Jakarta Pusat pada 11 Juli hingga 15 Agustus 2026. Foto: Source for JPNN.com

Melalui simbol-simbol yang berasal dari berbagai tradisi spiritual seperti Islam, Kristen, Buddha, dan kepercayaan lainnya, Mandy CJ menghadirkan ruang dialog yang menekankan nilai-nilai universal seperti cinta kasih, empati, kerendahan hati, dan toleransi.

“Seiring waktu, pendekatan saya berubah. Karya-karya saya cenderung sangat literal, mengambil simbol-simbol keagamaan apa adanya. Saya juga mulai mengolah elemen-elemen dari berbagai tradisi spiritual seperti Islam, Katolik, hingga Buddha dan mengintegrasikannya menjadi satu kesatuan visual,” imbuhnya.

Suguhkan 16 Karya, Mandy CJ Gandeng Influencer Tasya Kissty dan Ahli Kaligrafi

Dalam karya-karya terbarunya, simbol-simbol yang berasal dari berbagai tradisi keagamaan tidak lagi hadir sebagai representasi yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bahasa visual yang merekam perjalanan batin sang seniman.

Melalui pertemuan berbagai elemen tersebut, Mandy membangun narasi yang menyoroti pencarian makna, penerimaan, dan upaya memahami spiritualitas sebagai pengalaman yang terus berkembang.

"Proses ini lebih mencerminkan perjalanan spiritual saya secara pribadi. Saya melihat keindahan dari setiap agama dan mencoba mengolahnya menjadi bagian dari spiritualitas saya sendiri. Ini bukan lagi tentang kemarahan, melainkan perjalanan ke dalam diri dan mengolah semua pengalaman secara lebih utuh,” terang Mandy CJ.

Pameran The Way Back menampilkan 16 karya lukisan yang dikerjakan menggunakan kombinasi medium spray paint, mixed media, dan acrylic. Rangkaian karya ini merupakan hasil perjalanan artistik Mandy CJ sejak 2023, termasuk satu karya yang dibuat pada masa awal pencarian spiritualnya. Karya terbaru lainnya dikerjakan sejak Oktober 2025.

Mandy CJ juga berkolaborasi dengan influencer Tasya Kissty untuk membuat salah satu lukisan yang mengangkat tema spiritualitas dalam Islam. Karya ini terinspirasi dari perjalanan spiritual influencer Tasya Kissty sebagai seorang Muslim.

Dalam pengembangannya, Tasya Kissty turut terlibat dalam proses penataan elemen visual dengan menambahkan detail dan ornamen yang memperkaya lapisan simbolik dalam lukisan.

Ahli kaligrafi Islam, Wildan F. Akbar, terlibat dalam proses pembuatan karya Mandy CJ, yakni menuliskan beberapa kaligrafi dalam lukisan. Kolaborasi ini menghadirkan elemen kaligrafi yang menyatu dengan komposisi visual lukisan, sekaligus mencerminkan makna ayat tersebut secara tepat.

Esensi Kuratorial: Memaknai Kembali Kepercayaan

Kurator Doni Ahmad menjelaskan bahwa The Way Back merupakan upaya untuk melihat iman bukan sebagai sesuatu yang kaku dan tertutup, melainkan sebagai ruang yang terus berkembang melalui pengalaman, refleksi, dan perjumpaan dengan orang lain.

Melalui pendekatan yang inklusif, pameran ini menyoroti pentingnya kasih dan welas asih sebagai nilai yang melampaui batas-batas identitas maupun agama.

"Ketika kita punya pertanyaan terhadap nilai-nilai saat kita tumbuh, baik dari keluarga maupun agama, solusinya bukan pasti ketidakpercayaan atau penolakan. Kadang jika kita terus mencari tahu nilai-nilai di luar diri kita, pada akhirnya kita justru punya definisi baru terhadap kepercayaan yang dulu,” ujar Doni Ahmad.

“Makanya proses ini seperti berjalan melingkar, kita kembali ke titik semula tetapi dengan sudut pandang yang sudah berbeda dan tentunya lebih toleran, karena kita mengambil langkah yang tidak banyak orang mau ambil untuk mencari tahu,” tambahnya.

Kolaborasi Strategis Tolak Angin, Axel Vinesse, dan Styloz di Dunia Seni Rupa

Pameran The Way Back terwujud berkat dukungan penuh dari Tolak Angin, Axel Vinesse, dan Styloz yang bersama-sama berkomitmen mendukung ruang kreativitas bagi para seniman visual Indonesia.

Komitmen ini selaras dengan visi para mitra pendukung dalam memajukan ekosistem kreatif.

“Tolak Angin percaya bahwa seni merupakan salah satu bentuk ekspresi yang mampu menginspirasi, membuka ruang dialog, sekaligus mendorong lahirnya ide-ide baru. Karena itu, kami ingin turut mendukung talenta kreatif Indonesia yang terus berkarya dan membawa warna baru bagi perkembangan industri kreatif di Indonesia,” ungkap Yana K. Anggraini, VP Digital Marketing Sido Muncul.

Senada dengan hal tersebut, Daniel Santoso dari Axel Vinesse menegaskan bahwa keterlibatan mereka kali ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang terhadap seniman yang terlibat.

“Sebagai bagian dari Axel Vinesse Artist 2026, kami ingin memberikan dukungan penuh kepada pergerakan dan perkembangan karier Mandy CJ sebagai seniman visual. Kami yakin dan percaya, sebagai seniman Mandy CJ memiliki potensi yang luas untuk mendalami dan menjadi salah satu figur penting dalam perkembangan seni rupa Indonesia,” ujar Daniel Santoso.

Rangkaian Program Publik: Aksi Sosial hingga Workshop Edukatif

Kolaborasi antara Mandy CJ bersama Tolak Angin, Axel Vinesse, dan Styloz juga akan berlanjut melalui rangkaian program interaktif sepanjang bulan Agustus.

Rangkaian dimulai pada Sabtu, 1 Agustus 2026 melalui penyelenggaraan Live Painting & Auction.

Dalam program ini, dua karya lukis kolaborasi Mandy CJ dengan Axel Vinesse akan dilelang, di mana seluruh hasil penjualannya didedikasikan untuk pembangunan dan pemulihan masjid di Aceh melalui Yayasan Pemuda Peduli.

"Menjadi keharusan dari tanggung jawab sosial dan bagian dari hati kami yang terdalam bahwa Axel Vinesse harus memberikan dampak yang bermakna dalam pengapresiasian seni. Maka dari itu kami bekerja sama dengan frontrunner of arts seperti Tom Tandio Co-Founder Art Jakarta dan Museum Of Toys untuk membantu dalam mewujudkan kesenian yang penuh dengan tanggung jawab sosial,” ujar Daniel Santoso.

Tidak hanya lelang, di hari yang sama, pengunjung dapat menyaksikan proses kreatif Mandy CJ yang akan melakukan Live Painting secara on the spot bersama Tolak Angin. Yana K. Anggraini menjelaskan bahwa Live Painting merupakan bagian dari beberapa aktivasi kolaboratif antara Tolak Angin dengan Mandy CJ.

"Akan ada sesi live painting oleh Mandy CJ yang didukung oleh Tolak Angin, sehingga pengunjung dapat menyaksikan langsung proses kreatif sang seniman dan menikmati pengalaman interaktif selama pameran berlangsung,” ucapnya.

Sebagai penutup dari seluruh rangkaian program publik di bulan tersebut, sebuah sesi edukatif berupa Gathering & Workshop siap diselenggarakan pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Dalam acara tersebut, Mandy akan mengadakan sesi workshop melukis bersama Styloz.

The Way Back menandai fase penting dalam perjalanan artistik Mandy CJ, sekaligus menjadi ruang kontemplasi bagi publik untuk melihat kembali hubungan antara iman, identitas, dan kemanusiaan di tengah dunia yang semakin beragam.

Lebih dari sekadar pameran seni, The Way Back mengajak publik untuk melihat bahwa di balik berbagai perbedaan keyakinan, terdapat nilai-nilai universal, yakni cinta kasih, empati, dan kemanusiaan.

Pameran terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi secara gratis setiap Selasa-Minggu pukul 13.00 - 19.00 WIB.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Camat di Boyolali Pengirim Video Mesum ke Eks Karyawati Dicopot!
• 10 jam lalu
0
thumb
Prabowo Kirim Peringatan Keras! Aparatur Negara Diminta Jaga Integritas, Tak Ada yang Kebal Hukum
• 5 jam lalu
0
thumb
Calon Pegawai Diduga Alami Keracunan Makanan, UI Tanggung Seluruh Biaya Medis
• 16 jam lalu
0
thumb
Bunda PAUD Gianyar tekankan pengalaman menyenangkan saat MPLS
• 21 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Luncurkan Gerakan Nasional Pesantren Ramah Anak, Ini 5 Pilar Utamanya
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.