Gianyar, Bali (ANTARA) -
Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Gianyar, Bali, Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra menekankan pentingnya pengalaman menyenangkan saat masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) kepada anak-anak peserta didik baru.
“Hari-hari pertama di sekolah harus menjadi pengalaman yang menyenangkan sehingga anak datang ke sekolah dengan penuh semangat, merasa aman, nyaman, dan diterima,” kata Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra di Gianyar, Bali, Senin.
Istri Bupati Gianyar itu menjelaskan gerakan transisi PAUD/TK ke sekolah dasar yang menyenangkan yakni memanfaatkan dua minggu pertama membantu anak mengenal lingkungan sekolah, guru, dan teman-temannya tanpa tekanan akademik.
Kemudian menghapus tes baca tulis dan hitung atau calistung dalam penerimaan peserta didik baru, serta membangun enam kemampuan fondasi anak secara holistik yang meliputi nilai agama dan budi pekerti, kematangan emosi, keterampilan sosial, kemampuan motorik, komunikasi dan literasi dasar, serta kemampuan berpikir dan kebiasaan belajar positif.
“Ketiga target itu diharapkan mampu menciptakan proses transisi dari PAUD ke SD yang lebih ramah anak, mendukung tumbuh kembang mereka secara menyeluruh, serta mengurangi tekanan akademik pada awal masa sekolah,” ucapnya.
Untuk memastikan pelaksanaan MPLS ramah anak, ia meninjau SD Negeri 3 Keramas, Kecamatan Blahbatuh, dan SD Negeri 4 Abianbase, Gianyar.
Baca juga: Pemkab Gianyar Bali jaring inovasi PAUD hingga tingkat desa
Ia menilai proses transisi dari TK ke SD sudah berjalan dengan baik karena anak-anak beradaptasi dengan baik, tampak ceria, disiplin, duduk dengan rapi, serta tidak menunjukkan rasa takut maupun cemas saat mengikuti kegiatan di sekolah.
“Pendidikan karakter yang telah diberikan sejak dini juga terlihat hasilnya. Anak-anak sudah lebih mandiri, memiliki mental yang baik, dan mampu bersosialisasi dengan teman-temannya," ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Gianyar mendukung dunia pendidikan di daerah di antaranya melalui pemberian seragam sekolah gratis bagi siswa kelas I SD serta program rehabilitasi untuk 131 gedung sekolah.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar I Wayan Mawa menjelaskan transisi dari PAUD menuju SD merupakan fase penting bagi perkembangan anak sehingga harus dilalui dengan suasana yang menyenangkan.
“Kegiatan monitoring bertujuan menjamin proses transisi pembelajaran berlangsung secara berkesinambungan, meningkatkan pemahaman kepala sekolah dan guru kelas awal mengenai pembelajaran yang berpihak pada anak, serta memperkuat peran Bunda PAUD Gianyar sebagai penggerak dalam mengawal tumbuh kembang anak usia dini,” katanya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 3 Keramas, Kadek Marisa Rosalia memaparkan selama MPLS para siswa dikenalkan dengan lingkungan sekolah, para guru, serta berbagai perilaku positif yang akan diterapkan selama proses pembelajaran.
Baca juga: Pemkab Gianyar Bali berikan perlindungan sosial guru PAUD non-ASN
Pihak sekolah juga berkomitmen mewujudkan sekolah yang ramah anak, aman, nyaman, serta bebas dari perundungan dan segala bentuk kekerasan sehingga peserta didik merasa aman, percaya diri, dan mampu berkembang secara optimal.
Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Gianyar, Bali, Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra menekankan pentingnya pengalaman menyenangkan saat masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) kepada anak-anak peserta didik baru.
“Hari-hari pertama di sekolah harus menjadi pengalaman yang menyenangkan sehingga anak datang ke sekolah dengan penuh semangat, merasa aman, nyaman, dan diterima,” kata Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra di Gianyar, Bali, Senin.
Istri Bupati Gianyar itu menjelaskan gerakan transisi PAUD/TK ke sekolah dasar yang menyenangkan yakni memanfaatkan dua minggu pertama membantu anak mengenal lingkungan sekolah, guru, dan teman-temannya tanpa tekanan akademik.
Kemudian menghapus tes baca tulis dan hitung atau calistung dalam penerimaan peserta didik baru, serta membangun enam kemampuan fondasi anak secara holistik yang meliputi nilai agama dan budi pekerti, kematangan emosi, keterampilan sosial, kemampuan motorik, komunikasi dan literasi dasar, serta kemampuan berpikir dan kebiasaan belajar positif.
“Ketiga target itu diharapkan mampu menciptakan proses transisi dari PAUD ke SD yang lebih ramah anak, mendukung tumbuh kembang mereka secara menyeluruh, serta mengurangi tekanan akademik pada awal masa sekolah,” ucapnya.
Untuk memastikan pelaksanaan MPLS ramah anak, ia meninjau SD Negeri 3 Keramas, Kecamatan Blahbatuh, dan SD Negeri 4 Abianbase, Gianyar.
Baca juga: Pemkab Gianyar Bali jaring inovasi PAUD hingga tingkat desa
Ia menilai proses transisi dari TK ke SD sudah berjalan dengan baik karena anak-anak beradaptasi dengan baik, tampak ceria, disiplin, duduk dengan rapi, serta tidak menunjukkan rasa takut maupun cemas saat mengikuti kegiatan di sekolah.
“Pendidikan karakter yang telah diberikan sejak dini juga terlihat hasilnya. Anak-anak sudah lebih mandiri, memiliki mental yang baik, dan mampu bersosialisasi dengan teman-temannya," ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Gianyar mendukung dunia pendidikan di daerah di antaranya melalui pemberian seragam sekolah gratis bagi siswa kelas I SD serta program rehabilitasi untuk 131 gedung sekolah.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar I Wayan Mawa menjelaskan transisi dari PAUD menuju SD merupakan fase penting bagi perkembangan anak sehingga harus dilalui dengan suasana yang menyenangkan.
“Kegiatan monitoring bertujuan menjamin proses transisi pembelajaran berlangsung secara berkesinambungan, meningkatkan pemahaman kepala sekolah dan guru kelas awal mengenai pembelajaran yang berpihak pada anak, serta memperkuat peran Bunda PAUD Gianyar sebagai penggerak dalam mengawal tumbuh kembang anak usia dini,” katanya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 3 Keramas, Kadek Marisa Rosalia memaparkan selama MPLS para siswa dikenalkan dengan lingkungan sekolah, para guru, serta berbagai perilaku positif yang akan diterapkan selama proses pembelajaran.
Baca juga: Pemkab Gianyar Bali berikan perlindungan sosial guru PAUD non-ASN
Pihak sekolah juga berkomitmen mewujudkan sekolah yang ramah anak, aman, nyaman, serta bebas dari perundungan dan segala bentuk kekerasan sehingga peserta didik merasa aman, percaya diri, dan mampu berkembang secara optimal.






Komentar (0)