"Sudah Puluhan Kali Lapor ke JAKI, tapi Sampah Tidak Diangkut Semuanya"

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Rumah Susun (Rusun) Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, mengaku telah berulang kali melaporkan penumpukan sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI).

Hartono (34), salah seorang warga menjelaskan, laporan tersebut telah disampaikan berkali-kali oleh warga.

Namun, masalah penumpukan sampah belum juga terselesaikan.

Baca juga: Sampah di Rusun Waduk Pluit Jakut Menggunung, Truk Pengangkut Banyak yang Rusak

"Sudah beberapa kali warga juga udah mungkin puluhan kali ngelapor. Tapi ketika ada dari dinas terkait, paling hanya diangkut, dan itu pun tidak diangkut sampai semuanya," ujar Hartono saat ditemui Kompas.com, Senin (13/7/2026).

Menurut dia, penumpukan sampah di TPS Rusun Waduk Pluit mulai terjadi sekitar dua tahun terakhir dan semakin parah dalam dua minggu ke belakang.

Kondisi tumpukan sampah akan semakin parah saat hujan turun. Pasalnya, sampah dari TPS disebut kerap terbawa aliran air hingga ke area rusun.

"Kalau musim hujan ini kan terbawa arus parah sekali. Dan itu asli, sampah terbawa. Sampai depan, sampai Blok C sana itu. Sampai ke depan-depan," kata Hartono.

Ia mengungkapkan, tidak adanya tindaklanjut setelah warga melapor melalui JAKI membuat warga berencana untuk langsung bersurat ke instansi terkait.

"Kalau sampai ini terus-terusan seperti ini, ya mau enggak mau saya bersurat. Atas nama warga kita akan bersurat, baik Dinas Lingkungan Hidup, Gubernur, maupun DPRKP. Siapa yang akan bertanggung jawab tentang ini, saya akan bersurat resmi," tegas dia.

Indah (bukan nama sebenarnya) warga lainnya juga mengeluhkan kondisi bau sampah yang akan semakin parah setelah hujan disusul cuaca yang terik.

Baca juga: Sampah di Rusun Waduk Pluit Jakut Menggunung hingga Tumpah ke Jalan, Bau dan Penuh Lalat

"Ini kuahnya (air dari sampah) kalau dicium baunya nih, kalau udah hujan. Hujan abis itu panasnya luar biasa menguap lah itu," tutur dia kepada Kompas.com, Senin.

Selain itu, bau tidak sedap, ia juga menyoroti banyaknya lalat di sekitar lokasi dan potensi penyakit yang timbul akibat tumpukan sampah.

"Ini tuh ya dampak lingkungannya yang pertama pemandangannya jelek. Udah, yang kedua bau. Yang paling parah kesehatan lah udah itu. Lalat itu luar biasa. Lalatnya gede-gede. Malem-malem kadang kalau ada angin gitu, kita nggak bisa buka pintu," imbuh dia.

Hingga berita ini ditulis, Kompas.com telah berupaya meminta tanggapan kepada Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Penjaringan Fadli mengenai keluhan warga. Namun, belum ada tanggapan resmi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sebelumnya diberitakan, sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) Rumah Susun (Rusun) Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara dalam kondisi menumpuk hingga meluber ke luar area TPS.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Terkuak Sifat Asli Temon di Mata Mongol Stres, Tak Gengsi Barter Ilmu demi Belajar Stand Up Comedy
• 15 jam lalu
0
thumb
Pertamina Berhasil Bawa LPG 45,9 Ribu Metrik Ton LPG dari AS
• 10 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Bar di Bangkok Thailand, 27 Orang Tewas
• 23 jam lalu
0
thumb
Dugaan Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 saat Hari Pertama MPLS Ditelusuri, Polisi: Masih Dicek dan Disisir
• 17 jam lalu
0
thumb
Febrie Adriansyah Segera Ditahan? Mahfud Pertanyakan Kehadiran Tersangka ke Publik
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.