Raksasa Waste to Energy Dunia Berebut Proyek PSEL Indonesia

metrotvnews.com
18 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: PT Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) menetapkan mitra terpilih dalam proses seleksi pengembang dan pengelola Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap kedua.

Seleksi mencakup delapan wilayah pengembangan yang meliputi 20 kabupaten/kota. Penetapan mitra pada setiap lokasi masih bersifat bersyarat (conditional) dan tetap bergantung pada pemenuhan seluruh persyaratan pengadaan yang berlaku.
  Berikut mitra terpilih PSEL tahap kedua:

  1. Medan Raya: SUEZ-IAN Consortium (SUEZ Insan Asia).
  2. Kabupaten Bekasi: Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni).
  3. Lampung Raya: Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas).
  4. Serang Raya: Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE).
  5. Semarang Raya: Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd. (Veolia).
  6. Surabaya Raya: Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS).
  7. Bogor Raya 2: MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA).
  8. Yogyakarta Raya: Cakra Energi Lestari Consortium (Pertamina NRE Tianjin CITICC).

Menurut DIM, tingginya partisipasi perusahaan global dalam proses seleksi menunjukkan Indonesia semakin menarik sebagai tujuan investasi infrastruktur lingkungan, khususnya sektor waste to energy. Dari 85 Daftar Penyedia Terseleksi (DPT), tercatat 68 aplikasi masuk untuk delapan lokasi proyek. Hasil evaluasi menetapkan satu Mitra Terpilih dan satu Mitra Cadangan di setiap lokasi.

Mitra Terpilih akan menerima Conditional Letter of Award (CLoA) sebagai penetapan bersyarat. Status tersebut akan berubah menjadi penetapan final setelah seluruh persyaratan dalam CLoA dipenuhi. Sementara itu, Mitra Cadangan disiapkan sebagai alternatif apabila Mitra Terpilih tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

"Keterlibatan perusahaan-perusahaan waste to energy terkemuka dunia menunjukkan Indonesia semakin dipercaya sebagai tujuan investasi. Kami melihat ini sebagai peluang untuk mempercepat transfer teknologi, membangun kapasitas nasional, dan memperkuat ekosistem industri pengelolaan sampah di Indonesia," ujar Chief Executive Officer DIM Pandu Sjahrir, dalam keterangan tertulis, Senin, 13 Juli 2026.


Ilustrasi sampah. Foto: dok MI/Agung Wibowo.
 

Baca Juga :

Fakta-fakta PSEL Bali, PSN Pengolah Sampah Jadi Energi Listrik Pertama di Indonesia
  Perusahaan nasional dominasi konsorsium
Di tengah persaingan perusahaan global, pelaku usaha nasional menunjukkan peran yang semakin besar. Empat dari delapan konsorsium pemenang dipimpin perusahaan Indonesia, sedangkan masing-masing dua konsorsium dipimpin perusahaan asal Prancis dan Tiongkok.

Seluruh konsorsium menggandeng mitra teknologi internasional untuk mempercepat implementasi proyek sekaligus mendorong transfer teknologi dan penguatan industri nasional.

Director Investment DIM sekaligus Chief Executive Officer Denera Fadli Rahman mengatakan proses seleksi dilakukan secara objektif dengan mengacu pada prinsip tata kelola yang baik (good corporate governance) dan praktik terbaik internasional. Penilaian meliputi pengalaman proyek PSEL, kemampuan finansial, kecepatan implementasi, aspek komersial, pengelolaan risiko, komitmen jangka panjang, hingga rekam jejak pelaksanaan proyek di Indonesia.

"Untuk memastikan independensi dan kualitas proses, kami menunjuk penasihat teknis, hukum, dan komersial independen yang mendampingi keseluruhan tahapan evaluasi," ujar Fadli.

Setelah penerbitan CLoA, setiap Mitra Terpilih wajib memenuhi sejumlah persyaratan menuju Final Letter of Award, antara lain penyusunan feasibility study, finalisasi struktur proyek, pembentukan perusahaan patungan (joint venture company), penyelesaian dokumen komersial, serta memperoleh persetujuan pembiayaan. Seleksi mitra PSEL tahap kedua merupakan bagian dari program nasional pengembangan PSEL yang dilakukan secara bertahap.

Sebelumnya, pembangunan proyek tahap pertama dimulai melalui peresmian pembangunan PSEL Denpasar pada 8 Juli 2026. Sementara itu, proyek PSEL Kota Bekasi dan Bogor Raya dijadwalkan segera memasuki tahap peresmian. Seluruh proyek yang memasuki tahap implementasi akan dikembangkan oleh Denera bersama mitra pengembang yang ditetapkan sesuai tahapan pengadaan.

Program ini diharapkan dapat mempercepat penanganan sampah sekaligus mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja hijau, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta memperkuat industri pengelolaan sampah nasional.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ditgakkum Korlantas Lakukan Pendalaman Penyebab Kecelakaan Maut di Jalur Pantura
• 3 jam lalu
0
thumb
Jin Ki-joo Belajar Makna Jadi Orang Dewasa Lewat Teach You A Lesson
• 20 jam lalu
0
thumb
Setelah Raih BRICS Award 2025, Buku Puisi Esai Denny JA Akan Diterjemahkan ke 35 Bahasa
• 15 jam lalu
0
thumb
Wawali Parepare Dukung Penuh REI Padel Merdeka 2026, Siap Hadiri Turnamen Nasional
• 23 jam lalu
0
thumb
Qodari: Kunjungan tiga pemimpin dunia bukti RI makin dipercaya dunia
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.