Jakarta (ANTARA) - The International Union for Conservation of Nature (IUCN) mengapresiasi kebijakan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni yang memperkuat konservasi gajah di Indonesia.
Ketua IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group Heidi Riddle menilai terbitnya Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2026 menjadi tonggak penting bagi upaya perlindungan gajah sekaligus menunjukkan komitmen kuat pemerintah Indonesia dalam membangun konservasi berbasis kolaborasi lintas sektor.
"Terbitnya Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang Perlindungan Populasi Gajah merupakan tonggak penting bagi konservasi gajah di Indonesia dan memberikan sinyal yang sangat positif bagi komunitas konservasi gajah Asia. Konservasi gajah tidak pernah menjadi pekerjaan yang mudah," katanya di Jakarta, Senin.
Menurut Heidi, konservasi gajah membutuhkan pendekatan yang melibatkan banyak pihak karena habitat satwa tersebut melintasi berbagai batas administrasi dan sektor pembangunan.
Baca juga: Menhut dinilai mampu bangun fondasi baru konservasi gajah
“Sebagai satwa dengan wilayah jelajah yang luas dan melintasi berbagai batas administrasi, kelangsungan hidup gajah sangat bergantung pada kerja sama lintas sektor, tidak hanya pengelolaan kawasan konservasi, tetapi juga tata ruang, pembangunan infrastruktur, sektor perkebunan dan pertanian, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya," ujar dia.
Ia menegaskan, pendekatan pemerintah yang menyeluruh atau whole of government telah tercermin dalam Instruksi Presiden, sehingga langkah konservasi gajah membuktikan komitmen kuat Menhut Raja Juli dalam memperkuat perlindungan satwa dilindungi tersebut.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada Bapak Raja Juli Antoni beserta pemerintah Indonesia atas kepemimpinan dan komitmennya dalam melahirkan kebijakan penting ini," tuturnya.
Implementasi kebijakan tersebut, menurut dia, memang membutuhkan waktu dan konsistensi. Namun, Instruksi Presiden telah memberikan landasan yang kuat untuk mempercepat perlindungan populasi gajah Indonesia.
Ia juga menegaskan, IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group siap terus mendukung pemerintah Indonesia melalui berbagi pengalaman, pengetahuan ilmiah, dan keahlian dari para anggotanya di berbagai negara sebaran gajah Asia.
Baca juga: Pemerintah terbitkan Inpres Penyelamatan Gajah Sumatera dan Kalimantan
Ketua IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group Heidi Riddle menilai terbitnya Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2026 menjadi tonggak penting bagi upaya perlindungan gajah sekaligus menunjukkan komitmen kuat pemerintah Indonesia dalam membangun konservasi berbasis kolaborasi lintas sektor.
"Terbitnya Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang Perlindungan Populasi Gajah merupakan tonggak penting bagi konservasi gajah di Indonesia dan memberikan sinyal yang sangat positif bagi komunitas konservasi gajah Asia. Konservasi gajah tidak pernah menjadi pekerjaan yang mudah," katanya di Jakarta, Senin.
Menurut Heidi, konservasi gajah membutuhkan pendekatan yang melibatkan banyak pihak karena habitat satwa tersebut melintasi berbagai batas administrasi dan sektor pembangunan.
Baca juga: Menhut dinilai mampu bangun fondasi baru konservasi gajah
“Sebagai satwa dengan wilayah jelajah yang luas dan melintasi berbagai batas administrasi, kelangsungan hidup gajah sangat bergantung pada kerja sama lintas sektor, tidak hanya pengelolaan kawasan konservasi, tetapi juga tata ruang, pembangunan infrastruktur, sektor perkebunan dan pertanian, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya," ujar dia.
Ia menegaskan, pendekatan pemerintah yang menyeluruh atau whole of government telah tercermin dalam Instruksi Presiden, sehingga langkah konservasi gajah membuktikan komitmen kuat Menhut Raja Juli dalam memperkuat perlindungan satwa dilindungi tersebut.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada Bapak Raja Juli Antoni beserta pemerintah Indonesia atas kepemimpinan dan komitmennya dalam melahirkan kebijakan penting ini," tuturnya.
Implementasi kebijakan tersebut, menurut dia, memang membutuhkan waktu dan konsistensi. Namun, Instruksi Presiden telah memberikan landasan yang kuat untuk mempercepat perlindungan populasi gajah Indonesia.
Ia juga menegaskan, IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group siap terus mendukung pemerintah Indonesia melalui berbagi pengalaman, pengetahuan ilmiah, dan keahlian dari para anggotanya di berbagai negara sebaran gajah Asia.
Baca juga: Pemerintah terbitkan Inpres Penyelamatan Gajah Sumatera dan Kalimantan






Komentar (0)