Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menggandeng Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) mengolah cadangan beras pemerintah (CBP) 2 juta ton menjadi beras premium komersial sepanjang 2026.
"Tadi kita sudah diskusi panjang lebar, intinya teman-teman Perpadi beserta teman-teman penggilingan mendukung sepenuhnya program pemerintah untuk pengolahan CBP menjadi beras komersial sejumlah 2 juta ton di tahun 2026," kata Rizal dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Pengolahan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Premium di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Rizal mengatakan kerja sama dengan Perpadi beserta jajaran pengusaha penggilingan dari berbagai daerah di Indonesia merupakan arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman.
Menurut Rizal, Perpadi menyatakan dukungan penuh terhadap penugasan pemerintah untuk mengolah cadangan beras pemerintah menjadi beras komersial sehingga pelaksanaannya dapat berjalan efektif serta berkelanjutan secara nasional.
Bulog menginisiasi kolaborasi dengan Perpadi agar seluruh penggilingan yang memenuhi persyaratan dapat membantu kantor wilayah dan kantor cabang mengolah cadangan beras pemerintah menjadi beras premium berkualitas tinggi.
Rizal meminta seluruh pimpinan wilayah Bulog segera menggelar rapat koordinasi dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perpadi di masing-masing wilayah dalam dua hingga tiga hari mendatang secepatnya bersama.
Baca Juga
- Belum Deal Harga, Ini Kata Bulog soal Ekspor Beras ke Malaysia & Singapura
- Target Tercapai 100%, Bulog Jatim Berhasil Serap 884.559 Ton Beras
- Antisipasi El Nino, RI Perkuat Stok Beras, Jagung, hingga Daging Ayam
Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi, membangun komunikasi, serta menyusun langkah pelaksanaan hasil rapat tingkat pusat sehingga kesiapan program dapat berlangsung serentak pada seluruh daerah pelaksana nasional.
Bulog bersama Perpadi tingkat pusat juga akan membentuk tim terpadu untuk memverifikasi penggilingan yang layak mengolah cadangan beras pemerintah menjadi beras premium sesuai target dua juta ton nasional.
Rizal juga menginstruksikan seluruh pimpinan wilayah dan pimpinan cabang Bulog mengundang pengurus Perpadi setempat untuk memperkuat koordinasi agar sinergi pusat dan daerah berjalan semakin solid serta efektif.
Dia menegaskan seluruh hasil koordinasi wajib dilaporkan secara tertulis maupun melalui aplikasi pesan kepada jajaran direksi terkait sebagai bahan pemantauan pelaksanaan program pengolahan dua juta ton beras premium.
Di tempat yang sama, Ketua Umum Perpadi Soetarto Alimoeso menyatakan pihaknya mendapat kehormatan untuk kembali dipercaya Perum Bulog dalam mendukung pengolahan CBP menjadi beras premium sebanyak 2 juta ton sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.
Dia mengatakan kerja sama antara Perpadi dan Bulog sejatinya telah terjalin sejak lama dalam berbagai program pengadaan dan pengolahan beras. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bukti sinergi pemerintah dengan pelaku usaha penggilingan padi dalam menjaga ketersediaan dan kualitas beras nasional.
Dia menegaskan organisasinya mendukung penuh setiap kebijakan pemerintah di sektor pangan. Ia menilai pemerintah dan pelaku usaha memiliki peran yang saling melengkapi sehingga kerja sama yang erat menjadi kunci keberhasilan program pangan nasional.
Karena itu, Perpadi menyatakan siap menjalankan penugasan pengolahan beras premium tersebut sebaik-baiknya. Organisasi itu juga berkomitmen terus bersinergi dengan Bulog untuk memastikan pelaksanaan program berjalan optimal sesuai target yang telah ditetapkan.
"Kami menyadari tanpa pemerintah juga tidak bisa apa-apa, begitu juga pemerintah butuh pengusaha. Perpadi mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah dan siap menjalankan sebaik-baiknya," kata Soetarto.






Komentar (0)