Messi Sebut Perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026 Bukan Hal yang Normal

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Lionel Messi kapten tim nasional Argentina menilai pencapaian negaranya yang kembali menembus semifinal Piala Dunia 2026 merupakan sesuatu yang luar biasa dan tidak bisa dianggap sebagai hal yang biasa.

Menurut Messi, keberhasilan Argentina mempertahankan performa di level tertinggi setelah menjadi juara dunia merupakan prestasi yang sangat sulit dicapai. Karena itu, seluruh tim berusaha menikmati setiap momen perjalanan mereka di turnamen ini.

“Kami senang masyarakat Argentina bisa menikmati semua ini seperti yang kami rasakan. Tim ini telah membuat banyak orang terbiasa melihat sesuatu yang sebenarnya tidak normal,” kata Messi.

Ia menegaskan, mempertahankan konsistensi setelah meraih gelar juara dunia merupakan tantangan besar yang tidak mudah dilakukan.

“Tidak mudah menjadi juara dunia, memenangkan semua yang telah kami raih, lalu tetap mampu bersaing di level tertinggi dan kembali mencapai semifinal Piala Dunia. Itu bukan sesuatu yang normal, karena itu kami harus benar-benar menikmatinya,” ujar Messi kepada ESPN.

Argentina memastikan tiket ke semifinal setelah mengalahkan Swiss 3-1 melalui babak perpanjangan waktu pada laga perempat final di Kansas City, Minggu (12/7/2026) siang WIB.

Kemenangan itu membuat Albiceleste menjaga peluang mempertahankan gelar juara dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Argentina sempat unggul lebih dahulu melalui Alexis Mac Allister sebelum Dan Ndoye menyamakan kedudukan pada menit ke-67.

Momentum pertandingan berubah ketika penyerang Swiss Breel Embolo menerima kartu kuning kedua setelah Video Assistant Referee (VAR) membatalkan keputusan awal wasit. Embolo yang semula dinilai dilanggar justru dianggap melakukan simulasi sehingga harus meninggalkan lapangan.

Unggul jumlah pemain tidak membuat Argentina mudah mengamankan kemenangan. Tim asuhan Lionel Scaloni baru memastikan tiket semifinal lewat gol spektakuler Julián Álvarez pada babak tambahan waktu yang kemudian disempurnakan Lautaro Martínez.

“Kami tahu sejak awal Piala Dunia ini akan sangat sulit. Kami memang memperkirakan pertandingan melawan Swiss tidak akan mudah,” kata Messi.

“Meski sempat unggul, mereka terus memberi tekanan. Kami kesulitan menguasai bola dan tidak bisa memainkan permainan seperti yang kami inginkan. Kartu merah memang mengubah jalannya pertandingan, tetapi kami tetap harus bekerja keras untuk menang,” lanjutnya.

Pada semifinal, Argentina akan menghadapi Inggris di Atlanta pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.

Bagi Messi, laga tersebut memiliki arti tersendiri karena menjadi pertemuan pertamanya melawan tim nasional Inggris sepanjang karier internasionalnya.

Meski demikian, Messi menegaskan dirinya tidak ingin larut dalam sejarah panjang rivalitas kedua negara.

“Yang saya ketahui tentang pertandingan Argentina melawan Inggris pada 1986 berasal dari video dan cerita yang selalu dikenang masyarakat Argentina,” ujarnya.

“Tetapi tim ini sudah terbiasa menghadapi siapa pun lawannya. Tentu melawan Inggris akan menjadi pertandingan yang spesial karena mereka merupakan salah satu kekuatan besar sepak bola dunia.”

“Saya belum pernah menghadapi Inggris sebelumnya. Saya sudah bermain melawan hampir semua tim besar, kecuali mereka. Jadi ini akan menjadi pengalaman baru sekaligus semifinal Piala Dunia yang sangat penting. Kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin agar bisa kembali bersaing,” kata Messi. (saf/ipg)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ujian Profesionalitas Polri dan Kejagung dalam Kasus Eks Jampidsus Febrie
• 4 jam lalu
0
thumb
Cara Mencegah Kaki Lecet akibat Pakai Sepatu Baru
• 12 jam lalu
0
thumb
Seller di Tokopedia Bisa Ajukan Pembebasan Pajak Mulai 13 Juli, Ini Caranya
• 7 jam lalu
0
thumb
Arkeolog Menemukan Makam Era Kerajaan Baru dengan Relief Berwarna di Luxor
• 1 jam lalu
0
thumb
Dipicu Live TikTok, Dua Mahasiswa di Makassar Ditangkap usai Keroyok Rekan Sekampus
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.