Platform MOOC Pintar layani setengah juta orang pada semester pertama

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Platform pembelajaran Massive Open Online Course (MOOC) Pintar yang dikembangkan Kementerian Agama pada semester pertama 2026 telah melayani 511.746 peserta pelatihan di seluruh Indonesia.

“Capaian ini membuktikan bahwa adopsi teknologi digital mampu memangkas rantai birokrasi, ramah lingkungan karena paperless, dan sangat efisien dari sisi anggaran,” ujar Kepala Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan Kemenag Mastuki dikonfirmasi dari Jakarta, Senin.

Mastuki menjelaskan akses pembelajaran yang inklusif dan fleksibel dalam enam bulan terakhir ini terbagi dalam tiga metode utama, yaitu Belajar Mandiri, Belajar Bersama, dan Belajar Terbimbing,

Adapun data partisipasinya, Belajar Mandiri diikuti 456.132 peserta,.Belajar Bersama diikuti 34.611 peserta, dan Belajar Terbimbing diikuti 21.003 peserta.

“Platform Pintar makin diminati masyarakat. Partisipasi masyarakat makin besar. Ini menggembirakan karena setiap tahun partisipasi ASN untuk mengembangkan diri semakin tinggi,” kata dia.

Baca juga: Kemenag minta orang tua santri laporkan jika terjadi tindak kekerasan

Menurut Mastuki, kehadiran platform MOOC Pintar telah menjadi bagian krusial dari upaya Kementerian Agama dalam memperluas akses pembelajaran dan pengembangan kompetensi ASN melalui pemanfaatan teknologi digital secara optimal.

Mastuki menambahkan capaian setengah juta peserta ini setara dengan penyelenggaraan 17.059 kelas tatap muka konvensional serta penghematan anggaran yang cukup besar.

“Keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada efisiensi anggaran, tetapi juga ramah lingkungan karena pendekatan yang dilakukan adalah sistem paperless,” kata Mastuki.

Kualitas hasil pelatihan yang diterima ASN juga dinilai membanggakan. Dari sisi dampak kompetensi, hasil evaluasi akhir menunjukkan angka kepuasan yang sangat tinggi.

Sebanyak 99,57 persen peserta menyatakan merasakan manfaat langsung dari pelatihan. Selain itu, sebanyak 99,54 persen peserta juga meyakini hasil pembelajaran ini akan membawa dampak positif yang nyata bagi rekan kerja maupun kemajuan organisasi.

"Kemajuan ini akan semakin bagus untuk organisasi. Semakin banyak ASN mengembangkan kompetensi diri akan semakin membuat organisasi semakin baik,” kata dia.

Baca juga: Kemenag benahi tata kelola dan standar pesantren guna cegah kekerasan

Baca juga: Menag ajak umat makmurkan masjid sebagai pusat peradapan umat


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menteri PPPA: Kekerasan Terhadap Anak di Indonesia Masih Tinggi
• 3 jam lalu
0
thumb
Baleg DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Prolegnas Prioritas 2026
• 13 jam lalu
0
thumb
Surabaya jadi Wilayah dengan Polusi Udara Terburuk Pagi Ini, Cek Daftarnya
• 14 jam lalu
0
thumb
Bank Mandiri Dorong Koperasi dan UMKM Semakin Berdaya di Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79
• 2 jam lalu
0
thumb
Investasi ORI030 Lewat wondr by BNI Bisa Dapat Cashback hingga Rp15 Juta
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.