Kesaksian guru SDN Srengseng Sawah 15 terima pesan ancaman bom

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Salah satu guru SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan kesaksian menerima ancaman bom melalui pesan WhatsApp saat upacara hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

"Salah satu guru menerima pesan teror saat kami sedang melaksanakan upacara. Kami mengondisikan agar situasi tetap tenang," kata Guru Kelas V SDN Srengseng Sawah 15, Subekhi kepada wartawan di lokasi, Jakarta, Senin.

Subekhi mengatakan ancaman tersebut diterima saat kegiatan upacara sedang berlangsung.

Menurutnya, pihak sekolah berupaya menjaga situasi tetap kondusif sambil melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT dan kepolisian.

"Sambil itu saya melapor kepada ketua RT dan Polsek. Kami juga mendapat imbauan dari kepolisian agar anak-anak tetap berada di lapangan dan tidak masuk ke kelas," ucapnya.

Menyusul ancaman tersebut, pihak sekolah berkoordinasi dengan kepolisian dan mengamankan seluruh siswa di lapangan sekolah untuk dipulangkan.

"Setelah anak-anak pulang dan para guru keluar dari area sekolah, kami masih menunggu informasi lebih lanjut," ucapnya.

Berdasarkan informasi yang diterima pihak sekolah, isi pesan ancaman menyebutkan adanya bom di beberapa titik di lingkungan sekolah itu.

Pesan ancaman tersebut diterima seorang pegawai tata usaha (TU) dan guru kelas 1 melalui aplikasi WhatsApp.

"Isi pesannya. Ada bom di beberapa titik di sekolah ini. Yang menerima pesan pegawai TU dan guru kelas 1," kata dia.

Kepolisian telah menyisir dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin.

Polisi menerima laporan pukul 07.30 WIB. Diketahui saat itu siswa dan guru sedang melaksanakan upacara pada hari pertama MPLS.

Teror itu telah beredar di kalangan guru hingga akhirnya mereka memutuskan untuk melapor.

Nurma menambahkan para guru dan siswa sudah dievakuasi keluar dari sekolah.

Berdasarkan pantauan, tim penjinak bom (Jibom) Gegana dan Densus 88 Antiteror melakukan penyisiran di berbagai sudut bangunan.

Kemudian, ada juga petugas Dinas Perhubungan dan Dinas Gulkarmat DKI yang berjaga di sekitar lokasi.

Baca juga: Teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 berawal dari pesan WA saat upacara

Baca juga: Kegiatan MPLS di SDN Srengseng Sawah 15 dibubarkan imbas teror bom

Baca juga: Polda Metro imbau masyarakat tetap tenang sikapi ancaman bom di Jaksel

Baca juga: Polisi kantongi identitas pelaku teror bom di SDN Srengseng Sawah 15


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
NIkita Mirzani Turut Beri Sindiran ke Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
• 5 jam lalu
0
thumb
Purbaya: Belanja Pemerintah Hanya Berkontribusi 7-10 Persen ke Ekonomi
• 8 jam lalu
0
thumb
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Buol, Warga Mengungsi ke Dataran Tinggi
• 11 jam lalu
0
thumb
Latitude Energy Gandeng Danantara, Gasifikasi Batu Bara RI Masuk Babak Baru
• 2 jam lalu
0
thumb
Pelaku Penusukan Acak Beraksi di 5 Lokasi di Tangerang
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.