Logo Norwegian Kembali, Kolom Komentar Jadi Panggung Sportivitas Antarmerek

kompas.id
8 jam lalu
Cover Berita

Akun Instagram @flyanorwegian milik maskapai Norwegian kembali menggunakan logo resminya setelah sehari menggantinya dengan logo British Airways. Hal ini sebagai bagian dari taruhan laga Inggris melawan Norwegia di Piala Dunia 2026.

Berakhirnya pergantian logo itu sekaligus menutup rangkaian percakapan antarmerek yang menyita perhatian jutaan pengguna media sosial. Di balik aksi yang tampak sederhana tersebut, tersimpan pelajaran mengenai arti sebuah identitas merek dan bagaimana humor mampu membangun hubungan yang lebih dekat dengan publik.

Di era media sosial, identitas merek tidak lagi hanya dibangun melalui logo, slogan, atau kampanye iklan.

Akun Instagram @flynorwegian kembali mengenakan logonya sendiri pada Senin (13/7/2026) pukul 7.12 WIB. Bagi sebagian pengguna media sosial, pergantian itu mungkin hanya terlihat sebagai perubahan gambar profil.

Namun, bagi sebuah merek, logo merupakan aset visual paling mendasar. Foto profil menjadi wajah perusahaan yang selalu muncul di setiap unggahan, komentar, dan balasan sehingga menjadi titik pertama yang dikenali publik ketika berinteraksi dengan sebuah akun.

Karena itu, keputusan Norwegian mengganti logonya selama 24 jam memiliki makna yang melampaui sebuah candaan sepak bola. Dalam teori identitas merek yang diperkenalkan David A. Aaker melalui Building Strong Brands, identitas merek merupakan kumpulan asosiasi yang ingin dibangun perusahaan di benak konsumen. “Logo menjadi representasi visual paling nyata dari identitas tersebut,” tulis David dalam bukunya.

Ketika Norwegian bersedia menggantinya sementara, yang dipertaruhkan bukan sekadar gambar, melainkan simbol reputasi yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Meski demikian, publik justru merespons langkah tersebut secara positif.

Tim Media Sosial Harian Kompas (Kompas.id) mencoba mengnalisis komentar menggunakan perangkat lunak KawalData Scrapper yang dipadukan dengan Voyant Tools. Analisa dilakukan terhadap komentar di unggahan @flynorwegian saat mengumumkan kembalinya logo mereka.

Sekitar 2 jam sejak konten tersebut diunggah ada 642 komentar yang terdiri dari 3.818 kata. Komentar pada unggahan @flynorwegian itu menunjukkan dominasi kosakata bernada positif. Kata-kata seperti great, fun, love, respect, sportsmanship, marketing, social media, good job, dan brilliant muncul jauh lebih sering dibandingkan kosakata bernada negatif.

Dari 3.818 kata terdapat 1.031 kata unik, artinya sekitar 27% dari seluruh kata adalah kata yang berbeda. Semakin tinggi vocabulary density, semakin beragam pula isi komentar. Ini menunjukkan bahwa komentar yang muncul merupakan percakapan yang organik, bukan kerja pendengung (buzzer) yang biasanya diarahkan untuk berkomentar dengan narasi yang sama.

Sementara itu angka readability index 5,832 menunjukkan bahwa kalimat dalam komentar relatif sederhana dan mudah dipahami. Hal ini dapat dimaknai bahwa komentar ditulis secara spontan dan tidak banyak kalimat panjang. Dua hal ini sangat cocok dengan karakter pengguna Instagram.

Data yang paling menarik justru ditunjukkan dari kata yang paling kerap muncul. Kata “Norway” muncul 43 kali, lebih banyak dari pada British Airways. Artinya fokus percakapan justru tertuju kepada Norwegian. Hal ini terjadi karena mereka yang mengajukan tantangan, mereka pula kalah, lalu mereka benar-benar menepati janji.

Lima kata yang disebutkan paling banyak dalam komentar tersebut, ialah: Norway, Team, World, Great, Fun. Kata Norway dimaknai sebagai tokoh utama cerita. Kata “team” dimaknai sebagai apresiasi terhadap tim sepak bola Norwegia, maupun tim media sosial @flynorwegian.

Adapun kata “world” dimaknai sebagai upaya menunggangi momentum global World Cup atau Piala Dunia. Sedangkan kata “great” dimaknai sebagia penilaian positif, dan kata “fun” dimaknai sebagai gambaran emosi positif dari mereka yang berkomentar.

Temuan itu memperlihatkan bahwa perhatian publik tidak lagi tertuju pada siapa yang menang atau kalah di lapangan. Jusru yang lebih banyak diapresiasi adalah keberanian Norwegian menepati komitmen dan konsistensi kedua maskapai dalam menyelesaikan narasi yang mereka bangun sejak awal. Alih-alih menghapus jejak taruhan setelah pertandingan usai, Norwegian justru mengakhiri cerita sesuai kesepakatan.

Respons positif tersebut sejalan dengan pengakuan Juru Bicara Norwegian, Eivind Hammer Myhre. Kepada Business Insider, ia mengatakan timnya tidak pernah membayangkan kampanye sederhana itu akan menjangkau puluhan juta orang. “Kampanye tersebut berkembang dari sekadar taruhan menjadi kolaborasi yang melibatkan dua maskapai dan "hampir seluruh internet," ujar dia.

Keberhasilan kampanye itu juga didukung temuan penelitian Mathieu Béal, Charlotte Lécuyer, dan Ivan Guitart dalam Journal of Interactive Marketing (2025). Mereka menyimpulkan bahwa dialog antarmerek yang menggunakan humor bersifat affiliative, menghibur tanpa merendahkan lawan, lebih efektif membangun kesan positif dan mendorong keterlibatan audiens daripada humor yang menyerang.

Pada akhirnya, kisah British Airways dan Norwegian menunjukkan bahwa media sosial dapat mengubah persaingan bisnis menjadi ruang percakapan yang menghibur. Hal yang paling diingat publik bukanlah pergantian logo selama sehari, melainkan bagaimana kedua maskapai menjaga sportivitas hingga cerita itu benar-benar selesai.

Di era media sosial, identitas merek tidak lagi hanya dibangun melalui logo, slogan, atau kampanye iklan. Identitas juga dibentuk oleh keberanian sebuah perusahaan menjalankan komitmen, termasuk ketika harus menerima kekalahan di depan jutaan pasang mata.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gunung Karangetang Sulut Erupsi Malam Ini, Semburkan Lava Pijar
• 21 jam lalu
0
thumb
Piala Dunia 2026: FIFA Bantah Bola Kena Kabel Sebelum Gol Penyeimbang Inggris
• 20 jam lalu
0
thumb
Kejagung: Febrie Adriansyah Ada di Indonesia, Kooperatif, Dipantau Penyidik
• 3 jam lalu
0
thumb
Park Gyu Young Dikabarkan Jadi Lawan Main Lee Min Ho di Drakor Virtual Love
• 12 jam lalu
0
thumb
Pelemahan Rupiah Ancam Profitabilitas Asuransi Kesehatan
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.