SDN 2 Plandaan Tulungagung Hanya Dapat 2 Siswa Baru, Guru Rela Iuran Demi Operasional Sekolah

beritajatim.com
9 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita

Tulungagung (beritajatim.com) – SD Negeri (SDN) 2 Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, kembali menghadapi tantangan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah tersebut hanya memperoleh dua siswa baru, sehingga total peserta didik yang saat ini belajar di sekolah tersebut hanya berjumlah 16 orang.

Kondisi ini menjadi gambaran persaingan yang semakin ketat antar sekolah, baik negeri maupun swasta, dalam memperoleh peserta didik baru.

SPMB 2026 Kembali Hanya Mendapat Dua Siswa

Kepala SDN 2 Plandaan, Siti Komariyah, mengatakan perolehan dua siswa baru tahun ini sama seperti tahun sebelumnya. Meski jumlahnya sangat sedikit, pihak sekolah tetap bersyukur karena proses penerimaan murid masih berjalan.

“Tahun lalu kami juga dapat dua siswa, tahun ini juga dua siswa,” ujarnya, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, jumlah siswa di SDN 2 Plandaan terus mengalami penurunan sejak 2017. Hampir setiap tahun sekolah tersebut hanya menerima dua peserta didik baru.

Persaingan Sekolah dan Isu Tutup Jadi Kendala

Siti mengungkapkan, banyaknya sekolah negeri maupun swasta di sekitar wilayah Plandaan menjadi tantangan tersendiri dalam menjaring calon peserta didik.

Selain itu, beredar anggapan di masyarakat bahwa SDN 2 Plandaan sudah tidak beroperasi, padahal kegiatan belajar mengajar masih berlangsung seperti biasa.

Lokasi sekolah yang berada di belakang Balai Desa Plandaan juga membuat keberadaannya kurang terlihat oleh masyarakat.

“Setiap tahun dalam SPMB selalu menjadi tantangan tersendiri, kami sudah mulai bergerilya mencari siswa baru sejak tiga bulan lalu,” tuturnya.

Guru Datangi Orang Tua Calon Siswa

Untuk meningkatkan jumlah pendaftar, pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya sejak beberapa bulan sebelum SPMB dibuka.

Guru mendatangi langsung orang tua calon siswa untuk memperkenalkan sekolah sekaligus menawarkan berbagai bantuan agar anak mereka bersedia bersekolah di SDN 2 Plandaan.

Namun berbagai langkah tersebut belum mampu meningkatkan jumlah peserta didik secara signifikan.

Dana BOS Menurun, Guru ASN Rela Iuran

Minimnya jumlah siswa berdampak langsung terhadap besaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima sekolah.

Meski demikian, proses pembelajaran tetap berjalan normal. Para guru tetap mengajar secara maksimal meskipun jumlah siswa sangat sedikit.

Untuk membantu kebutuhan operasional sekolah, para guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) bahkan secara sukarela melakukan iuran setiap bulan.

Dana tersebut digunakan untuk mendukung operasional sekolah sekaligus membantu menyediakan seragam, perlengkapan sekolah, hingga tabungan bagi siswa baru. “Dana iuran juga kami gunakan untuk membelikan seragam dan perlengkapan sekolah serta tabungan bagi siswa baru,” pungkas Siti.

Kondisi SDN 2 Plandaan menjadi salah satu potret tantangan pemerataan pendidikan di daerah, ketika sejumlah sekolah harus berjuang mempertahankan keberlangsungan proses belajar mengajar di tengah menurunnya jumlah peserta didik. [nm/kun]


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harga Komoditas: Batu Bara-CPO Turun 1 Persen, Nikel Naik Tipis
• 13 jam lalu
0
thumb
MPLS di NTT Utamakan Karakter dan Etika Digital
• 6 jam lalu
0
thumb
Cadangan Emas dan Mineral di Papua Perlu Dibuktikan
• 9 jam lalu
0
thumb
Target Presiden Prabowo: Petani Tak Boleh Terus Terjerat Lintah Darat
• 20 jam lalu
0
thumb
Iuran Program Penjaminan Polis (PPP) sesuai Tingkat Risiko Perusahaan Asuransi, Ini Saran Pengamat
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.