Polisi Kantongi Identitas Peneror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kepolisian telah mengantongi identitas pelaku dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin, yang mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp kepada guru dan staff Tata Usaha (TU).

"Dari identitasnya kita sudah kantongi, ya. Jadi kita sudah mencari kemudian semuanya sudah pasti kita tindak lanjuti untuk pelaku, tentunya yang diduga pelaku untuk meneror sendiri itu," kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Baca Juga :
Kronologi Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa Jaksel, Teror Beredar Lewat WhatsApp
Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Saat Hari Pertama MPLS, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan

Nurma mengatakan dalam pesan teror melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, dikatakan sang peneror telah menyebar bom ke 11 titik di dalam sekolah.

Personel kepolisian berjaga di lokasi terkait dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa
Photo :
  • ANTARA

Kemudian, para guru segera menghubungi kepolisian untuk mengamankan sekolah yang melaksanakan kegiatan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

"Ya, jadi semua otomatis, ya. Jadi di sini dari Inafis, Damkar, camat, lurah, Dinas Kesehatan kemudian Dinas Pendidikan datang ke SD untuk memastikan aman untuk anak, kemudian juga orang tua yang ada," ujar Nurma.

Hingga saat ini, pihaknya memastikan belum menemukan benda mencurigakan dari penyisiran selama dua jam lebih tersebut.

"Untuk sementara ini belum ada. Namun demikian dari Gegana masih bekerja. Kita tunggu saja untuk selanjutnya, ya. Mudah-mudahan kita berdoa tidak ada hal yang tidak diinginkan," ucapnya.

Kepolisian menyisir dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin.

Nurma mengatakan polisi menerima laporan pukul 07.30 WIB. Diketahui saat itu, siswa dan guru sedang melaksanakan upacara pada hari pertama MPLS.

Teror itu telah beredar di kalangan guru hingga akhirnya mereka memutuskan untuk melapor.

Nurma menambahkan para guru dan siswa sudah dievakuasi keluar dari sekolah.

Berdasarkan pantauan, tampak personel Brimob berjaga di dalam sekolah dengan membawa senjata api dan dua unit mobil Tim Gegana.

Kemudian, ada juga petugas Dinas Perhubungan dan Dinas Gulkarmat DKI yang berjaga di sekitar lokasi. (Ant)

Baca Juga :
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: MPLS 2026 Wajib Bebas Perploncoan dan Senioritas
Menteri PANRB Minta ASN Diberi Fleksibilitas Kerja Untuk Antar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah
Libur Sekolah, Kinerja PLN UP2B Jawa Barat Digenjot Siaga 24 Jam Jaga Keandalan Pasokan Listrik

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gempa M 5 Terjadi di Wanokaka NTT, Ini Analisis BMKG
• 23 jam lalu
0
thumb
Komisi Kejaksaan Pelototi Proses Hukum Febrie Adriansyah
• 20 jam lalu
0
thumb
Film Moana Hanya Meraih USD52 Juta di Box Office Internasional
• 14 jam lalu
0
thumb
Ponpes Al-Amien Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234, Ribuan Jemaah Diprediksi Hadir
• 7 jam lalu
0
thumb
Aksi Trunojoyo Usut Tiga Korupsi Jumbo
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.