Pantau - Iran memperingatkan bahwa setiap lokasi yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap wilayahnya akan dianggap sebagai target sah bagi angkatan bersenjata Iran di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.
Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin (13/7) memperingatkan negara-negara tetangga agar tidak mengizinkan wilayah maupun fasilitas mereka digunakan oleh Amerika Serikat atau pihak lain untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Kementerian tersebut menegaskan negara-negara tetangga memiliki kewajiban berdasarkan hukum internasional untuk mencegah wilayah mereka digunakan sebagai pangkalan aksi militer terhadap Iran.
"titik asal peluncuran" dari setiap serangan akan menjadi sasaran angkatan bersenjata Iran, demikian peringatan Kementerian Luar Negeri Iran.
Iran juga mengecam serangan Amerika Serikat dalam 22 jam terakhir dan menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional.
Kementerian Luar Negeri Iran menuduh Washington melanggar hampir seluruh ketentuan Nota Kesepahaman Islamabad yang ditandatangani 25 hari lalu.
Iran juga menuding Amerika Serikat melakukan "kejahatan perang" dengan menargetkan infrastruktur transportasi, kapal nelayan, kapal kargo, dan fasilitas meteorologi.
Iran menilai Amerika Serikat telah mencampuri pengaturan Selat Hormuz sehingga memicu kembali ketidakamanan di jalur pelayaran strategis tersebut dan mengganggu pelayaran komersial internasional.
Ketegangan di kawasan meningkat dalam beberapa hari terakhir menyusul aksi saling serang antara pasukan Amerika Serikat dan Iran.
Pada Minggu (12/7), Iran menyatakan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman sebagai balasan atas serangan Washington terhadap sejumlah target di wilayah Iran.





Komentar (0)