Hadapi Risiko Kemarau dan El Nino, Indef Dorong Pemerintah Perkuat Cadangan Pangan

viva.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M. Rizal Taufikurahman mengatakan, pemerintah harus memperkuat cadangan pangan secara keseluruhan, untuk menghadapi musim kemarau yang dibarengi El-Nino.

"Dari sisi cadangan, pemerintah tidak boleh hanya merasa aman karena stok beras relatif kuat," kata Rizal, Senin, 13 Juli 2026.

Baca Juga :
Perkuat Sektor Pangan Lokal dan Gizi Masyarakat RI, TikTok Kampanyekan Makan Dengan Makna
Kerugian Dana Penipuan Jauh Lebih Besar dari yang Diselamatkan, OJK Ungkap Penyebabnya

Menurutnya, pemerintah perlu memitigasi musim kemarau yang dibarengi dengan El-Nino lebih dini, baik dari sektor produksi, distribusi, maupun cadangan pangan.

Gudang Beras
Photo :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Untuk sektor produksi, pemerintah juga perlu memetakan sentra produksi yang paling rentan akan kekeringan, dengan mempercepat perbaikan irigasi, menyediakan pompanisasi, pemanfaatan embung, dan penyesuaian kalender tanam.

Rizal menekankan, produksi menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah, agar cadangan pangan di Indonesia semakin kuat.

"Pendekatannya tidak boleh reaktif setelah produksi turun dan harga melonjak, tetapi berbasis sistem peringatan dini yang terintegrasi antara BMKG, Bapanas, BPS, Bulog, dan pemerintah daerah," ujarnya.

Rizal menambahkan, selain sisi produksi, cadangan pangan pun perlu diperhatikan, agar jangan sampai merasa aman ketika stok beras melimpah. Namun, hal itu juga harus dibarengi dengan stok pangan yang lainnya.

Komoditas strategis lain seperti jagung, gula, kedelai, bawang, telur, daging ayam, dan daging sapi, menurutnya juga harus memiliki batas minimum stok operasional yang jelas termasuk sebaran per wilayahnya.

"Penyerapan saat panen raya, penguatan gudang dan cold storage, serta distribusi antardaerah harus dipercepat," kata Rizal.

Dia juga mengatakan, impor hanya digunakan sebagai instrumen terakhir, yang harus dilakukan secara terukur dan berbatas waktu agar tidak merusak harga petani.

"Kunci ketahanan pangan bukan sekadar stok nasional yang besar, tetapi kemampuan memastikan pasokan tersedia, terjangkau, dan sampai tepat waktu ke daerah yang mengalami defisit," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Amran Sulaiman memastikan, cadangan pangan selain beras dalam kondisi siap melalui penguatan stok pangan pokok strategis, guna memenuhi kebutuhan masyarakat menghadapi musim kemarau.

"Kami memang sudah siapkan (ketersediaan pangan) jauh hari sebelumnya menghadapi El Nino. Dulu, pengalaman kita tahun 2023, alhamdulillah kita lolos," kata Amran dalam keterangannya, Jumat, 10 Juli 2026.

Baca Juga :
PBB Sebut El Nino Bisa Picu Cuaca Ekstrem Global
Kemenko PM Libatkan Gen Z dalam Berdayakan Desa Wujudkan Kemandirian Pangan
Ada Rahasia di Balik Makanan Aman, Bisa Menentukan Kualitas Hidup di Masa Mendatang!

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BMW Tak Berpelat di JLNT Antasari Diderek, Pemilik Diminta Ambil ke Polres
• 16 jam lalu
0
thumb
Kemlu Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban Kebakaran di Bar Bangkok Thailand
• 12 jam lalu
0
thumb
Yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Upload Foto Anak di Hari Pertama Sekolah
• 9 jam lalu
0
thumb
Ekonom: Keputusan S&P tunjukkan pasar global apresiasi kebijakan RI
• 6 jam lalu
0
thumb
Biaya Pendidikan Anak yang Layak Capai Rp 18 Juta/Tahun, tapi Dana BOS Cuma Rp 900.000
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.