SIDOARJO, iNews.id - Sebanyak 1.300 siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), disiram air dari mobil pemadam kebakaran saat mengikuti pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026). Kegiatan unik tersebut menjadi simbol menghilangkan kebiasaan buruk sebelum memulai tahun ajaran baru.
Kegiatan bertajuk Mumtaz First Journey itu digelar di SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Acara tidak hanya diikuti siswa kelas I, tetapi juga seluruh murid kelas II hingga kelas VI.
Ribuan siswa berkumpul di halaman sekolah dengan mengenakan jas hujan. Mereka tampak antusias menunggu semprotan air dari petugas damkar yang telah bersiap di lokasi.
Jas hujan tersebut bukan sekadar digunakan agar pakaian siswa tidak basah. Sebelum kegiatan dimulai, setiap siswa diminta menuliskan kebiasaan buruk yang ingin mereka hilangkan pada jas hujan masing-masing.
Baca Juga:KPK Sita Dokumen Pengadaan saat Geledah Kantor dan Rumah Dinas Bupati Muara EnimPetugas pemadam kebakaran kemudian menyemprotkan air ke arah para siswa. Siraman air itu dimaknai sebagai simbol membersihkan kebiasaan buruk dan membangun karakter yang lebih baik pada tahun ajaran baru.
Humas SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman, Heni Dwi Utami mengatakan, kegiatan tersebut dirancang agar seluruh siswa dapat mengawali proses pembelajaran dengan semangat baru.
"Hari ini adalah pembukaan MPLS untuk kelas 1 sampai kelas 6. Jadi anak-anak menuliskan cita-citanya lalu ditembelkan di balon dan diterbangkan," ujarnya.
"Anak-anak juga menulis kebiasan buruk yang biasa dilakukan lalu dituliskan di jas hujan dan disiram air yang mobil damkar sebagai simbolisasi anak-anak jadi lebih hebat dan hilang semua kebiasan buruknya," katanya lagi.
Suasana halaman sekolah pun berubah meriah. Para siswa berlarian, tertawa, dan bersorak ketika semprotan air mengenai tubuh mereka. Meski basah kuyup, mereka tetap bersemangat mengikuti rangkaian acara.
Salah seorang siswa bernama Japran mengaku menuliskan kebiasaan bermalas-malasan dan tidur terlalu malam. Dia berharap dapat meninggalkan kebiasaan tersebut dan lebih disiplin.
Baca Juga:Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan"Hal buruk yang saya tulis adalah bermalas-malasan dan tidur terlalu malam agar bisa berubah. Gak kedingingan disiram air, tapi ada teman yang kedingingan juga. Kalau cita-cita ingin jadi penerbang atau pilot," ucapnya.
Selain mengikuti prosesi penyiraman air, para siswa juga menuliskan cita-cita mereka pada kertas yang ditempelkan di balon. Balon tersebut kemudian diterbangkan bersama-sama sebagai simbol harapan agar cita-cita mereka dapat tercapai.
Kegiatan ini sengaja melibatkan seluruh siswa, baik murid baru maupun murid lama. Pihak sekolah ingin membangun kebersamaan sekaligus memberikan penyegaran sebelum kegiatan belajar kembali dimulai.
Setelah mengikuti acara penyiraman, para siswa mengganti pakaian dan kembali ke kelas masing-masing. Mereka kemudian melanjutkan rangkaian MPLS sesuai jadwal yang telah ditentukan sekolah.
#jatim




Komentar (0)