jpnn.com, JAKARTA - Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang mengaitkan dirinya dengan Gaurav Srivastava, sosok yang disebut sebagai penipu berkedok agen CIA.
Ariseno Ridhwan selaku juru bicara Hashim menyampaikan klarifikasi itu untuk meluruskan informasi yang beredar. Dia mengatakan perlu ada penjelasan utuh mengenai konteks kehadiran Gaurav dalam sebuah pertemuan resmi pada 2020.
BACA JUGA: Hashim Sebut Perdagangan Karbon Kehutanan Jadi Program Paling Cepat Direalisasikan
“Sehubungan dengan pemberitaan yang beredar, kami menyampaikan klarifikasi untuk meluruskan fakta serta memberikan gambaran yang utuh mengenai peristiwa yang diberitakan,” kata Ariseno dalam keterangan di Jakarta, Senin (13/7).
Ariseno menjelaskan peristiwa yang dimaksud terjadi pada 7 Desember 2020. Saat itu, Prabowo Subianto yang masih menjabat Menteri Pertahanan menjamu Christopher C. Miller Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) dalam jamuan makan malam di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta.
BACA JUGA: Hashim Ingin Pengawalan Program MBG Diperketat
Menurutnya, jamuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan resmi Menteri Pertahanan AS ke Indonesia. Hashim pun turut hadir dalam acara itu.
“Pertemuan itu merupakan bagian dari rangkaian kunjungan resmi Menteri Pertahanan Amerika Serikat ke Indonesia. Bapak Hashim S. Djojohadikusumo turut hadir dalam jamuan tersebut,” katanya.
BACA JUGA: Hashim Ungkap Upaya Kudeta ke Prabowo, Pengamat: Itu Narasi Keliru dan Tak Berdasar
Ariseno menyebut delegasi Amerika Serikat saat itu terdiri atas sejumlah pejabat senior. Di antaranya Kash Patel yang ketika itu menjabat Kepala Staf Menteri Pertahanan AS dan kini Direktur FBI, Sung Y. Kim Duta Besar AS untuk Indonesia, General Brian Fenton Military Assistant, Heidi Grant Director of the Defense Security Cooperation Agency, serta hampir 30 anggota delegasi dan pendamping lainnya.
Dalam rangkaian agenda tersebut juga berlangsung pertemuan terbatas antara Prabowo Subianto dan Christopher C. Miller. Ariseno menegaskan, Gaurav Srivastava hadir dalam kapasitas sebagai bagian dari delegasi AS, bukan dalam konteks hubungan khusus dengan Hashim.
“Gaurav Srivastava turut hadir sebagai bagian dari delegasi Amerika Serikat dalam pertemuan terbatas tersebut,” kata Ariseno.
Dia menambahkan klarifikasi ini disampaikan agar masyarakat tidak menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang parsial.
“Kami berharap klarifikasi ini dapat menjadi pelengkap informasi bagi publik sehingga peristiwa tersebut dipahami secara utuh berdasarkan fakta yang sebenarnya,” pungkas Ariseno. (cuy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Isu Kudeta Versi Hashim, Efriza: Singgung Persaingan Hambalang vs Geng Solo?
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan





Komentar (0)