Jakarta, tvonenews.com- Pengacara kondang, Hotman Paris baru saja mengunggah sebuah surat terbuka yang ditujukan untuk publik dan awak media. Ia memberitahukan akan mengawal kasus dugaan pembakaran santri di Lombok.
Kasus dugaan pembakaran santri di Lombok itu masih menjadi misteri, siapa pelaku dan apa motifnya. Sebab sudah ada korban yang meninggal dunia dan luka berat bahkan cacat permanen.
- dok.kolase tvOnenews.com/tiktok Denny Sumargo
Hotman Paris dengan ini ikut mengawal kasus tersebut. Dalam surat terbuka itu, ia sebutkan Tim Hotman Paris 911 bakal datang ke Gedung DPR RI hari ini (13/7).
"Dengan ini diberitahukan kepada awak media bahwa tim Hotman Paris 911 akan menghadiri acara di Komisi III DPR RI pada Senin 13 Juli 2026 pukul 14.00 WIB," bunyi surat tersebut dalam instagram HotmanParisOfficial, Senin (13/7).
Sehingga dengan surat terbuka ini, Tim Hotman Paris diduga mendampingi korban dari kasus dugaan pembakaran santri di Lombok.
- dok.kolase tvOnenews.com / Instagram Hotman Paris Official
Lebih lanjut, Hotman mengatakan kalau Timnya akan hadir dalam rapat dengan topik "Pemanggilan terhadap Kapolres Lombok Tengah, Para Korban dan Keluarga Korban Pembakaran di Ponpes Lombok Tengah".
Sebelumnya korban dan keluarga dari kasus dugaan pembakaran santri di Lombok batal ke Jakarta, yang diduga dijegat pihak berwajib. Kata Denny Sumargo itu terjadi, disebabkan kondisi korban masih dalam perawatan.
"menurut keterangan yang terdapat dari pengacara korban, karena korban sedang dalam penanganan dan pengobatan di rumah sakit setempat," kata Denny Sumargo dalam tiktok pribadinya.
Kronologi Singkat KasusDiketahui kalau peristiwa ini terjadi pada akhir 2025 sekitar pukul 13.45 WITA saat waktu istirahat, tanpa sepengetahuan pihak pondok.
Sekitar ada lima santri berkumpul di sebuah ruangan, setelah salah seorang santri bernama Moh. Reyhan meminta temannya membeli bensin yang akan digunakan untuk buat meluruskan kayu bengkok sebagai bahan pembuatan ketapel. Dalam momen itu, sebagian bensin dituangkan ke wadah mika kosong untuk dibakar.
Namun tanpa sengaja botol bensin itu belum ditutup tersenggol hingga api menyambar kasur bekas di belakang mereka.
Lalu kobaran api dengan cepat membesar dan memenuhi ruangan. Kemudian Reyhan bersama Yusuf Sapi'i berhasil keluar melalui pintu.





Komentar (0)