20 Kota Dunia Berisiko Dilanda Panas Ekstrem, Surabaya dan Bandung Masuk

cnbcindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita
Foto: Sebuah delman berhenti di jalan Diponegoro, Kota Bandung. Jumat (18/10/2024). (Dok. Detikcom/Muhammad Jadid Alfadlin)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua kota di Indonesia, yakni Surabaya dan Bandung, masuk dalam daftar 20 kota dengan risiko panas ekstrem (heat risk) tertinggi di dunia. Temuan ini diungkap dalam riset terbaru Oxford University yang menganalisis 205 kota berpenduduk lebih dari satu juta jiwa di seluruh dunia.

Penelitian tersebut tidak hanya mengukur suhu udara, tetapi juga menilai tiga faktor utama yang menentukan tingkat risiko panas ekstrem, yaitu tingkat paparan panas (hazard exposure), tingkat kerentanan penduduk (vulnerability), dan kemampuan suatu kota dalam menghadapi dampaknya (coping capacity).

Baca: Kota Paling Panas di ASEAN Catat Suhu di Atas 38 Derajat C

Artinya, kota dengan suhu sangat tinggi belum tentu memiliki risiko terbesar jika memiliki infrastruktur yang baik, ruang hijau memadai, serta akses terhadap pendingin ruangan dan layanan publik yang kuat.


Sebaliknya, kota dengan kemampuan adaptasi yang rendah dapat menghadapi risiko lebih besar meski suhu udaranya tidak setinggi kota lain. Berdasarkan hasil penelitian, kota Al Basrah di Irak menempati posisi pertama sebagai kota paling berisiko terhadap panas ekstrem di dunia.

Kota tersebut memiliki kombinasi paparan panas yang tinggi, tingkat kerentanan masyarakat yang besar, serta kapasitas adaptasi yang terbatas.

Sementara itu, Surabaya berada di peringkat ke-18 dengan skor risiko komposit 0,72 dan Bandung di posisi ke-19 dengan skor 0,71.

Berikut daftar 20 kota dengan risiko panas ekstrem tertinggi di dunia versi University of Oxford:

  1. Al Basrah, Irak
  2. Ahmedabad, India
  3. Hyderabad, Pakistan
  4. Bamako, Mali
  5. Faisalabad, Pakistan
  6. Barranquilla, Kolombia
  7. Conakry, Guinea
  8. Nagpur, India
  9. Lagos, Nigeria
  10. Bhopal, India
  11. Port Harcourt, Nigeria
  12. Kaduna, Nigeria
  13. Madurai, India
  14. Ibadan, Nigeria
  15. Patna, India
  16. Phnom Penh, Kamboja
  17. Luanda, Angola
  18. Surabaya, Indonesia
  19. Bandung, Indonesia
  20. Abidjan, Pantai Gading
Baca: 11 Negara ASEAN yang Penduduknya Paling Obesitas, RI Nomor Berapa?

Peneliti utama dari Oxford Smith School of Enterprise and the Environment, Nethmi Jayaratne Kariyawasam mengatakan, risiko panas tidak hanya ditentukan oleh suhu yang tinggi.

"Bukan hanya paparan terhadap suhu tinggi yang menentukan tingkat risiko," ujarnya.

Senada, Associate Professor University of Oxford, Jesus Lizana, menyebut penelitian ini menjadi alat penting untuk mengidentifikasi wilayah yang paling membutuhkan upaya adaptasi terhadap perubahan iklim.

Penelitian juga menemukan lebih dari 95% kota dengan risiko panas tertinggi berada di kawasan Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Afrika Sub-Sahara. India, Pakistan, Nigeria, dan Ghana menjadi negara dengan jumlah kota berisiko tinggi terbanyak.

Para peneliti merekomendasikan sejumlah langkah untuk mengurangi risiko panas ekstrem di perkotaan, seperti memperluas ruang hijau dan area teduh, meningkatkan akses terhadap sistem pendingin yang terjangkau, memperkuat ketahanan energi, serta memberikan perlindungan lebih baik bagi kelompok masyarakat yang rentan.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Persib Raih Juara Liga Indonesia, ke-3 Kalinya Secara Beruntun

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Piala Dunia 2026: FIFA Bantah Bola Kena Kabel Sebelum Gol Penyeimbang Inggris
• 21 jam lalu
0
thumb
Jokowi Siap Hadir di Sidang Roy Suryo dan dr Tifa, Bawa Ijazah Asli sebagai Bukti
• 6 jam lalu
0
thumb
Hadiri dialog ASEAN, RI tegaskan siap bantu Myanmar capai perdamaian
• 19 jam lalu
0
thumb
AHY Wanti-Wanti Jakarta Paling Terdampak Air Laut Naik dan Penurunan Tanah
• 16 menit lalu
0
thumb
Lulus KUR? Pemerintah Siapkan Kredit hingga Rp2 Miliar
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.