Fatalnya Mobil Pikap Tertabrak Truk di Indramayu, Korban Tewas Capai 12 Orang

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

BANDUNG, KOMPAS — Jumlah korban tewas bertambah dari 10 menjadi 12 orang dalam kecelakaan yang melibatkan satu mobil pikap dan dua truk di jalur Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Minggu (12/7/2026). Sopir mobil pikap turut menjadi korban jiwa dalam insiden maut tersebut.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Indramayu Ajun Komisaris Undang Syarif saat dihubungi dari Bandung, Senin (13/7/2026) mengatakan, jumlah korban tewas bertambah dari 10 menjadi 12 orang.

Tiga orang tewas di lokasi kejadian, sementara sembilan korban lainnya meninggal di dua rumah sakit, yakni Rumah Sakit Bhayangkara sebanyak lima korban dan empat korban di Rumah Sakit Mitra Plumbon.  

Insiden kecelakaan naas yang melibatkan tiga kendaraan ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Mobil pikap atau bak terbuka yang ditabrak dua truk itu, yakni jenis wing box dan Hino.

Kejadian ini berawal saat mobil bak terbuka yang membawa 17 penumpang meluncur dari lokasi pernikahan. Ketika sopir hendak memutar arah kendaraannya ke lajur kanan jalan, tiba-tiba truk jenis wing box menabrak bagian belakang mobil bak terbuka itu. Akibatnya, mobil terdorong ke lajur kiri jalan dan tertabrak truk hino.

Para korban pun terpental dari mobil bak terbuka itu dan tergeletak di aspal. Sejumlah penumpang langsung tewas di tempat. Kondisi mobil rusak berat. Mayoritas para korban mengalami luka berat di kepala dan dada.

Baca JugaMobil Bak Terbuka di Indramayu Ditabrak Truk, 10 Penumpang Tewas

Adapun identitas 12 korban jiwa adalah, Atsal Albara (3), Riyan (6), Mohamad Iqbal (12), Tamara (22), Ayu Wulandari (32), Sinta (32), Idah (39) Sawen (40), Warkidi (45), Yunah (49), Sanerah (46) dan Karsinih (60). Mayoritas korban dari Desa Cempeh dan Kiajaran Kulon.

“Seluruh korban jiwa telah dibawa kerabatnya masing-masing untuk dimakamkan. Sementara enam korban luka masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Plumbom,” paparnya.

Undang menuturkan, sopir truk yang pertama kali menabrak mobil pikap belum dapat diperiksa pada Minggu kemarin. Sebab, kondisi sopir berinisial IB masih syok berat. Sementara sopir truk yang kedua telah diminta keterangannya.

Ia menambahkan, Tim TAA (Traffic Accident Analysis) Ditlantas Polda Jawa Barat bersama Satuan Lalu Lintas Polres Indramayu akan melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Senin ini. Upaya tersebut menggunakan teknologi tinggi untuk menganalisis faktor penyebab kecelakaan secara ilmiah dan akurat.

“Rencananya kami akan memeriksa sopir truk wing box berinisial IB pada Senin ini. Keterangannya menjadi salah faktor penentu untuk mengetahui pemicu kecelakaan. Sebab sopil mobil pikap sudah meninggal dunia,” tambahnya.

Anggota Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno, berpendapat, insiden di Indramayu menunjukkan penggunaan mobil bak terbuka untuk mengangkut orang, terutama saat musim mudik, wisata, atau hajatan, merupakan dilema klasik yang cukup pelik di Indonesia. Fenomena ini terus berulang meskipun aturan hukumnya sudah sangat jelas melarang.

Ia pun menilai, fenomena ini juga menunjukkan masih rendahnya kesadaran akan keselamatan (safety awareness). Hal ini menyebabkan pengemudi dan penumpang terkesan meremehkan risiko kecelakaan.

”Pengemudi dan penumpang merasa akan baik-baik saja karena jarak tempuh yang dianggap dekat atau karena pengemudi berjanji akan berjalan pelan,” ujarnya.

Baca JugaMobil Bak Terbuka Jatuh ke Jurang, Tujuh Orang Terluka

 

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp20.000 per Gram Jadi Rp2.655.000
• 6 jam lalu
0
thumb
Delegasi RI Ziarah ke Makam Khamenei di Masyhad
• 16 jam lalu
0
thumb
Program B50 Punya Efek Ganda ke Perekonomian Domestik
• 14 jam lalu
0
thumb
Prabowo: Pemimpin yang Anjurkan Bakar-bakar Itu Pemimpin Pengkhianat
• 21 jam lalu
0
thumb
Jakarta Miliki 2.900 Unit Koperasi Umum Berbasis Gotong Royong
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.