Iran mengutuk gelombang serangan terbaru Amerika Serikat (AS) di wilayahnya. Iran mengatakan bahwa serangan tersebut telah "membuat sia-sia" semua upaya diplomatik beberapa bulan terakhir.
Dilansir AFP, Senin (13/7/2026), pernyataan Iran muncul setelah militer AS mengumumkan gelombang serangan baru terhadap Iran pada hari Minggu (12/7) waktu setempat. Iran mengatakan serangan itu ancaman serius terhadap perdamaian.
"Serangan barbar ini bukan hanya pelanggaran berat terhadap prinsip-prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, tetapi juga ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran.
Serangan tersebut telah "membuat sia-sia semua upaya beberapa bulan terakhir untuk mengurangi ketegangan dan membangun perdamaian di kawasan Asia Barat," tambah pernyataan itu.
"Rezim AS juga telah menyebabkan kembalinya ketidakamanan di Selat Hormuz dan gangguan terhadap pelayaran komersial internasional dengan secara terang-terangan mencampuri proses Iran dalam menerapkan pengaturan yang diperlukan di Selat Hormuz," kata Teheran.
Militer Amerika Serikat (AS) sebelumnya mengumumkan gelombang serangan baru terhadap Iran telah dimulai para hari Minggu kemarin. AS mengatakan bahwa serangan tersebut bertujuan 'terus melemahkan' kemampuan Teheran untuk menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan di X bahwa serangan terbaru dimulai pada pukul 21.00 GMT, Minggu (12/7).
"Pada jam 5 sore ET. Hari ini (Minggu), pasukan Komando Pusat AS mulai melancarkan lebih banyak serangan terhadap Iran untuk terus menurunkan kemampuan mereka dalam menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang dengan bebas transit di Selat Hormuz," demikian pernyataan CENTCOM.
CENTCOM menambahkan bahwa Presiden Donald Trump "telah mengarahkan serangan tersebut untuk meminta pertanggungjawaban pasukan Iran."
(lir/lir)






Komentar (0)