Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan gelombang serangan baru terhadap Iran telah dimulai pada hari Minggu waktu setempat. AS mengatakan bahwa serangan tersebut bertujuan 'terus melemahkan' kemampuan Teheran untuk menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Dilansir AFP, Senin (13/7/2026), Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan di X bahwa serangan terbaru dimulai pada pukul 21.00 GMT, Minggu (12/7).
"Pada jam 5 sore ET. Hari ini (Minggu), pasukan Komando Pusat AS mulai melancarkan lebih banyak serangan terhadap Iran untuk terus menurunkan kemampuan mereka dalam menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang dengan bebas transit di Selat Hormuz," demikian pernyataan CENTCOM.
CENTCOM menambahkan bahwa Presiden Donald Trump "telah mengarahkan serangan tersebut untuk meminta pertanggungjawaban pasukan Iran."
Sementara itu, Presiden Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat memukul keras Iran sebagai tanggapan atas serangan terbaru mereka terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.
"Kami memukul mereka dengan sangat keras tadi malam," kata Trump kepada CNN melalui telepon dalam sebuah wawancara mengenai berpulangnya Senator AS Lindsey Graham.
Trump mengatakan Amerika Serikat dan Iran hampir mencapai 'kesepakatan' pada hari Sabtu. "Mereka menyerahkan segalanya, lalu tiba-tiba dua jam setelah itu mereka menabrak sebuah kapal dengan drone. Orang-orang ini, ada yang tidak beres dengan mereka," katanya.
(lir/lir)






Komentar (0)