Yogyakarta: Pemerintah Kota Yogyakarta mencatat jumlah penduduk lanjut usia (lansia) terus meningkat. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, termasuk pelayanan paliatif.
"Di Yogyakarta hampir 17,8 persen penduduknya sudah lansia. Oleh karena itu pasti akan banyak masalah yang terkait dengan aging, seperti stroke, cardiovascular disease, dan lain sebagainya," ujar Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di Yogyakarta pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Hasto mengatakan, meningkatnya jumlah lansia juga diikuti bertambahnya kasus penyakit kronis yang membutuhkan pendampingan jangka panjang. Pelayanan paliatif akan menjadi kebutuhan yang semakin penting di masa mendatang.
Baca Juga :
9 Tips Cara Menjaga Kesehatan Mental Anak di Lingkungan Keluarga"Ke depan palliative care itu menjadi sangat penting. Banyak orang yang tidak perlu dihospitalisasi terus di rumah sakit, tetapi penting tetap dilakukan hospital at home. Dengan meningkatnya aging population dan penyakit kronis, kebutuhan terhadap pelayanan paliatif akan semakin besar," katanya.
Pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah menghadapi perubahan struktur penduduk tersebut. Salah satunya melalui program satu kelurahan satu bidan atau satu perawat untuk mengembangkan layanan kesehatan berbasis rumah (hospital at home).
"Kami punya program satu kelurahan satu bidan atau satu perawat yang kemudian bisa membuat program hospital at home. Saya kira sangat penting ke depan bersama rumah sakit untuk memberikan perawatan kepada masyarakat di rumah," ucapnya.
Ilustrasi lansia. Foto: Freepik.
Selain itu, upaya promotif dan preventif melalui pemeriksaan kesehatan bagi lansia terus diperkuat. Hingga Juni 2026, sebanyak 36.428 lansia telah menjalani skrining kesehatan di seluruh kelurahan.
"Dalam tiga bulan kita menyelesaikan pemeriksaan lansia di 45 kelurahan sehingga kita memiliki surveillance data, data laboratorium, dan data fisik diagnostik sebagai dasar pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan paliatif," jelas Hasto.
Ia menilai pelayanan paliatif tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tetapi juga menjaga kualitas hidup pasien, memberi dukungan kepada keluarga, serta melibatkan masyarakat.
"Meningkatkan kualitas hidup, perawatan secara holistik, dan dukungan bagi keluarga, itulah yang kami persiapkan dari pemerintah. Kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting, termasuk melibatkan social responsibility atau CSR," ungkapnya.





Komentar (0)