Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan koperasi merupakan alat bagi kelompok masyarakat yang lemah dan miskin untuk mencapai kesejahteraan.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 pada Minggu (12/7/2026) di Indonesia Arena.
"Koperasi adalah alatnya orang lemah, alatnya orang miskin. Tapi, seperti sapu lidi, satu lidi lemah, tapi bergabung itu kekuatan," ujarnya.
Prabowo mengatakan bahwa gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia. Koperasi pun mengatakan koperasi bukanlah entitas yang akan membawa kabur kekayaan Indonesia ke luar.
"Saya ingin lihat tampang-tampang koperasi ini. Muka-muka kalian bukan muka orang yang bawa lari uang ke luar negeri itu," katanya.
Prabowo mengatakan bahwa pemerintahannya memang tengah bergeliat mengembangkan koperasi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuat program Koperasi Desa (KopDes) Merah Putih.
Meski begitu, menurut Prabowo dirinya tidak anti terhadap perusahaan besar. Sebab, Indonesia merupakan negara besar.
"Kita butuh koperasi, kita butuh UMKM, kita butuh swasta, kita butuh BUMN, BUMD, kita butuh semuanya. Ini harus menjadi kekuatan ekonomi, itu yang saya maksud Indonesia Incorporated," ujarnya.
Bunga Kredit Kopdes MurahPresiden RI Prabowo Subianto mengatakan Koperasi Desa (KopDes) Merah Putih akan menyalurkan kredit super mikro dengan bunga murah hingga 8%.
Prabowo mengatakan KopDes Merah Putih yang pembangunannya saat ini tengah digenjot pemerintah tidak hanya berperan sebagai koperasi simpan pinjam. Dia mengatakan bahwa nantinya di KopDes Merah Putih akan ada gerai simpan pinjam kredit murah yakni mikro kredit dan super mikro kredit.
"Super mikro kredit yang PNM Mekaar itu yang tadinya bunganya 22% ya, saya turunkan jadi 8%," ujar Prabowo.
Presiden Prabowo mengatakan pada mulanya dia menginginkan agar bunga kredit super mikro itu bisa mencapai 5%.
"Saya maunya 5%, tapi bankir-bankir Pak Rosan [CEO Danantara Rosan Roeslani] Cs itu, jangan Pak terlalu tipis kita punya ongkos. Oke, 8%. Tapi dibandingkan dengan 22%, lumayan 8%," kata Prabowo.






Komentar (0)