Dalam relativitas umum kanonik, ruang fase ADM yang berdimensi tak hingga dapat direduksi secara geometris menjadi struktur 8-dimensi melalui penerapan simetri konformal. Dari reduksi ini muncullah struktur Poisson degenerasi yang kemudian diangkat menjadi struktur Jacobi, di mana kendala super-Hamiltonian muncul sebagai invarian Casimir yang diturunkan dari aljabar Lie vektor-vektor Killing konformal. Untuk memahami seluruh konstruksi ini, langkah paling awal adalah mendefinisikan secara eksplisit ruang fase ADM dan bracket Poisson yang menjadi fondasi dari semua struktur geometris berikutnya. Ruang fase dalam formalisme ADM dibangun di atas manifold 3-dimensi kompak tanpa batas. Setiap titik dalam ruang fase merepresentasikan keadaan geometri intrinsik dari permukaan spacelike. Koordinatnya adalah tensor metrik Riemannian h_ij dan tensor momentum kanonik π^ij yang bersifat densitas tensor simetris. Setiap pasangan (h_ij, π^ij) memenuhi relasi kanonik dasar, di mana bracket Poisson antara h_ij di titik x dan π^kl di titik y menghasilkan delta Dirac simetris. Struktur ini menjadikan ruang fase sebagai manifold simplektik kontinu dengan derajat kebebasan tak hingga, tetapi dengan simetri difeomorfisme yang kuat. Difeomorfisme pada Σ menginduksi transformasi kanonik pada ruang fase, dan generator transformasi ini adalah kendala super-momentum. Sementara itu, deformasi normal dari permukaan spacelike menghasilkan kendala super-Hamiltonian. Kedua kendala ini membentuk aljabar Dirac yang tertutup, tetapi aljabar ini bukan aljabar Lie biasa karena mengandung struktur fungsi. Secara eksplisit, bracket Poisson antara dua kendala super-Hamiltonian menghasilkan kendala super-momentum dengan pembobot metrik. Bracket antara kendala super-momentum dan super-Hamiltonian menghasilkan super-Hamiltonian yang diturunkan secara Lie. Bracket antara dua super-momentum menghasilkan super-momentum dari komutator medan vektor. Dengan demikian, aljabar kendala secara struktural identik dengan aljabar deformasi permukaan, yang merupakan realisasi geometri dari aljabar difeomorfisme ruang-waktu 4-dimensi yang diproyeksikan ke permukaan 3-dimensi. Keberadaan aljabar kendala yang tertutup ini secara langsung mengimplikasikan bahwa struktur Poisson pada ruang fase tidak lagi non-degenerasi, dan konsekuensi dari degenerasi inilah yang akan kita eksplorasi untuk menemukan invarian Casimir. Degenerasi Struktur Poisson dan Munculnya Invarians Casimir Keberadaan kendala pertama dan kedua mengakibatkan struktur Poisson pada ruang fase menjadi degenerasi. Degenerasi berarti terdapat vektor-vektor nol dalam peta bundel kotangen terhadap aljabar fungsi. Vektor-vektor ini tepatnya adalah kurung Poisson dengan kendala, memicu aliran gauge yang tidak mengubah keadaan fisik. Akibatnya, ruang fase fisis bukanlah seluruh manifold simplektik, tapi submanifold yang ditentukan oleh persamaan kendala bernilai nol. Pada submanifold ini, bracket Poisson tereduksi menjadi struktur Poisson yang tidak lagi non-degenerasi. Di sinilah konsep invarian Casimir masuk. Invarian Casimir adalah fungsi yang bracket Poisson-nya nol terhadap seluruh aljabar fungsi, termasuk terhadap kendala-kendala itu sendiri. Untuk sistem dengan kendala, setiap kombinasi linear dari kendala dengan koefisien fungsi tertentu dapat menjadi Casimir jika koefisien tersebut memenuhi persamaan diferensial yang diturunkan dari kondisi nol bracket. Dalam kasus relativitas umum, persamaan tersebut mengharuskan koefisien dari super-Hamiltonian dan super-momentum memenuhi persamaan Killing konformal pada metrik h_ij. Vektor Killing konformal adalah solusi dari persamaan Lie derivatif metrik sama dengan dua per tiga divergensi vektor dikali metrik. Kelas vektor ini membentuk aljabar Lie berdimensi hingga pada manifold 3-dimensi dengan simetri maksimal, dan aljabar ini menjadi landasan untuk membangun Casimir yang bukan nol secara identik. Karena vektor-vektor Killing konformal membentuk aljabar Lie yang terstruktur, maka kita dapat membangun pemetaan momen dari aljabar ini ke ruang fase, dan dari pemetaan inilah kita akan menurunkan secara eksplisit bentuk fungsional dari Casimir yang dicari. Aljabar Lie Vektor Killing Konformal dan Pemetaan Momen Vektor Killing konformal pada Σ membentuk ruang vektor yang tertutup terhadap bracket Lie standar. Untuk setiap vektor X dalam aljabar ini, kita dapat mendefinisikan fungsi linear J_X pada ruang fase sebagai integral dari kontraksi X dengan kendala super-momentum ditambah komponen normal X terhadap kendala super-Hamiltonian. Fungsi J_X ini adalah pemetaan momen dari aljabar Lie ke dalam aljabar fungsi pada ruang fase. Sifat fundamental dari pemetaan momen adalah bahwa bracket Poisson antara J_X dan J_Y sama dengan J_{[X,Y]} ditambah mungkin suku pusat jika terdapat ekstensi sentral. Untuk kasus konformal murni pada dimensi tiga, tidak ada ekstensi sentral jika metriknya tepat dan tidak memiliki singularitas. Dengan demikian, J_X membentuk representasi dari aljabar Lie vektor Killing konformal di bawah bracket Poisson. Namun, karena struktur Poisson degenerasi, beberapa J_X tidak independen; mereka terkait oleh identitas yang berasal dari divergensi vektor. Yang lebih penting, jika kita memilih X sebagai vektor Killing konformal yang memenuhi sifat tambahan, maka J_X menjadi Casimir. Kondisi untuk menjadi Casimir adalah bahwa turunan variasi dari J_X terhadap h_ij dan π^ij harus nol pada seluruh ruang fase, bukan hanya pada submanifold kendala. Ini hanya terjadi jika X adalah kombinasi dari vektor-vektor yang memusatkan aljabar, yang dalam kasus 3-dimensi hanya ada jika metrik memiliki simetri konformal global. Dalam situasi tersebut, J_X adalah bilangan real yang kekal dan tidak bergantung pada lintasan dinamika. Setelah Casimir dari struktur Poisson berhasil diidentifikasi, langkah terakhir adalah mengangkat seluruh struktur ini ke dalam kerangka yang lebih umum, yaitu struktur Jacobi, yang secara alami menggabungkan dinamika dan gauge dalam satu geometri kontak. Konstruksi Struktur Jacobi dan Casimir dalam Kerangka Kontak Degenerasi Poisson tidak menghilangkan kebutuhan akan dinamika. Sebaliknya, degenerasi justru membuka ruang untuk mengangkat struktur Poisson ke struktur Jacobi pada manifold yang diperbesar dengan satu dimensi tambahan. Manifold baru ini adalah hasil kali ruang fase dengan garis real, dan koordinat tambahan biasanya dinotasikan sebagai t. Bentuk kontak pada manifold ini didefinisikan dengan memanfaatkan fungsi super-Hamiltonian sebagai komponen dari 1-bentuk kontak. Secara eksplisit, 1-bentuk kontak adalah dt ditambah 1-bentuk kanonik dari ruang fase yang sudah dimodifikasi oleh kendala. Bracket Jacobi kemudian didefinisikan melalui bivektor kontak yang memenuhi identitas Jacobi generalisasi. Dalam kerangka ini, vektor Reeb adalah medan vektor yang memenuhi i_{R} θ = 1 dan i_{R} dθ = 0, yang secara lokal berbentuk turunan terhadap t ditambah suku-suku yang melibatkan kendala. Invarian Casimir dari struktur Jacobi adalah fungsi C pada manifold diperbesar yang memenuhi {C, f}_J = 0 untuk semua f. Karena bracket Jacobi melibatkan turunan terhadap t, syarat Casimir memaksa C tidak bergantung pada t dan sekaligus bracket Poisson-nya terhadap semua fungsi ruang fase harus nol. Jadi Casimir dari struktur Jacobi tepat sama dengan Casimir dari struktur Poisson degenerasi yang telah diangkat, asalkan C tidak bergantung pada t. Namun, struktur Jacobi memungkinkan Casimir yang lebih umum, yaitu fungsi yang bergantung pada t secara eksponensial dikali Casimir Poisson. Dalam konteks relativitas umum, Casimir yang paling relevan adalah integral dari super-Hamiltonian itu sendiri, karena integral ini menghasilkan nol bila di-bracket dengan super-momentum dan juga nol bila di-bracket dengan super-Hamiltonian lain setelah integrasi parsial dan menggunakan syarat batas nol di tak hingga. Integral super-Hamiltonian ini menjadi generator dari evolusi waktu global, tetapi karena ia adalah Casimir, alirannya adalah aliran gauge, sehingga dinamika yang dihasilkannya adalah identik dengan transformasi koordinat waktu. Inilah yang dikenal sebagai problem waktu dalam gravitasi, yang kini muncul sebagai konsekuensi aljabar murni dari struktur Jacobi. Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih.






Komentar (0)