JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pengelola Mal Senayan City dan Plaza Senayan membangun terowongan penghubung antarkedua pusat perbelanjaan tersebut.
Salah satu tujuan pembangunan terowongan itu adalah mengurai kemacetan di Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat.
Pramono menilai tingginya aktivitas pejalan kaki yang menyeberang di antara kedua mal menjadi salah satu penyebab tersendatnya arus lalu lintas.
Namun, benarkah penyeberang jalan menjadi faktor utama kemacetan di jalur penghubung Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan tersebut?
Baca juga: Pramono: Terowongan Plaza Senayan-Senayan City Bisa Jadi Ruang UMKM, Tak Hanya Urai Macet
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, aktivitas pejalan kaki memang cukup tinggi, terutama saat jam makan siang dan jam pulang kerja.
Dalam kurun waktu 10 menit, setidaknya terdapat lima hingga enam kelompok pejalan kaki yang menyeberang melalui zebra cross di depan kedua mal.
Dua petugas terlihat berjaga di masing-masing sisi jalan untuk membantu penyeberang.
Sebelum menyeberang, pejalan kaki harus menekan tombol pelican crossing agar lampu lalu lintas berubah menjadi merah bagi kendaraan.
Setiap kali lampu merah menyala, kendaraan berhenti sekitar 20 hingga 30 detik.
Tak jarang, sebagian pejalan kaki masih tertahan di median jalan karena waktu penyeberangan belum cukup sebelum lampu kembali hijau.
Akibatnya, antrean kendaraan dari arah Gelora Bung Karno (GBK) maupun Hang Tuah langsung mengular.
Baca juga: Pramono Wajibkan Senayan City dan Plaza Senayan Bangun Terowongan Penghubung untuk Urai Macet
Potensi kepadatan juga bertambah karena terdapat dua titik penyeberangan yang lokasinya berdekatan.
Titik pertama berada di pertigaan menuju SCTV Tower atau Jalan Simprug Golf, sedangkan titik kedua berada tepat di depan Senayan City dan Plaza Senayan.
KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo Arus lalu lintas di Jalan Asia Afrika tertahan saat ada pejalan kaki menyeberang dari area Mal Plaza Senayan menuju Mal Senayan City, Jakarta Pusat, Minggu (12/7/2026)
Jalur Alternatif Penghindar Ganjil Genap
Meski demikian, tingginya aktivitas penyeberang bukan satu-satunya penyebab kemacetan di Jalan Asia Afrika.
Yudi (bukan nama sebenarnya), petugas keamanan di kawasan Plaza Senayan, mengatakan kemacetan pada sore hari lebih banyak dipicu oleh tingginya volume kendaraan yang menghindari kawasan ganjil genap di Jalan Jenderal Sudirman.
Komentar (0)