JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap bagaimana ia mencetuskan ide membangun Koperasi Desa Merah Putih saat berpidato dalam puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Prabowo menuturkan, ide membangun Kopdes Merah Putih sudah muncuk sejak puluhan tahun lalu saat ia masih bertugas sebagai tentara, berkaca dari pengalamannya menemui banyak rakyat kelaparan.
"Saya waktu di tentara kita bertugas di desa-desa, di gunung-gunung. Kita bisa berbulan-bulan di sebuah kecamatan. Saya lihat di situ rakyat kelaparan, saya lihat ada rakyat yang mati kelaparan, dan saya tidak bisa berbuat apa-apa, karena makan saya terbatas untuk kompi saya," ujar Prabowo, Minggu siang.
Baca juga: Pemerintah Kebut Kopdes Merah Putih, 35.000 Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
Prabowo pun menyadari bahwa kekuatan yang ada di desa harus terus dipeliha, tetapi di sisi lain Indonesia juga harus menjadi negara industri.
"Nah untuk itu akhirnya dari dulu saya semakin yakin satu-satunya jalan untuk menjaga rakyat yang paling bawah adalah kekuatan koperasi," kata dia.
Namun, Prabowo juga menyadari bahwa mendirikan koperasi membutuhkan wewenang dan kekuasaan.
Sebab, seseorang tidak bisa mendapatkan kredit jika modal mereka begitu kecil, bahkan tidak punya sekali.
Baca juga: Prabowo: TNI-Polri Butuh Gaji yang Baik agar Tidak Memeras Rakyat
Setelah menjadi presiden, Prabowo pun mendapat laporan bahwa kesejahteraan petani tidak berbanding lurus dengan kenaikan harga gabah karena mereka baru mendapat penghasilan ketika panen tiba.
"Pertanian itu panennya itu 100 hari. Nah selama 100 hari anaknya ada yang sakit, anaknya harus sekolah, mungkin ada kerusakan ini, dia butuh uang, dia pinjam uang dan bunganya luar biasa gila," kata Prabowo.
"Dia pinjam uang dari lintah darat, dari mereka-mereka yang memberi bunga kadang-kadang 1 persen sehari! Ini mematikan, seumur hidup mereka tidak bisa bangkit!" ujar dia melanjutkan.
Oleh karena itu, begitu menjabat sebagai presiden, salah satu kebijakan pertama Prabowo adalah menghapus utang jutaan petani di Indonesia.
Menurut dia, kebijakan ini diambil demi rasa keadilan karena banyak juga pengusaha besar yang punya utang triliunan rupiah tetapi tidak mau membayarnya.
Prabowo pun menilai, rakyat-rakyat kecil juga perlu mendapatkan kesempatan pinjam uang dengan bunga yang murah supaya terbebas dari lintah darat.
"Jawabannya adalah harus ada Koperasi Simpan Pinjam di setiap desa di seluruh Republik Indonesia! Karena itulah angka 81.000 muncul, karena desa dan kelurahan kita di seluruh Indonesia jumlahnya adalah 81.000," kata dia.
Tak cukup di situ, Prabowo menilai, koperasi-koperasi yang ada di desa juga bisa dimanfaatkan untuk menyalurkan barang-barang subsidi demi mencegah terjadinya penyelewengan.
Baca juga: Prabowo: Semua Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih






Komentar (0)