Marwah TNI dan Penegakan Hukum Dijaga, Jangan Biarkan Perang Narasi di Medsos Rusak Persatuan!

okezone.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Tantangan terbesar Indonesia saat ini bukan hanya persoalan ekonomi, geopolitik, maupun keamanan, namun semakin masifnya perang informasi (information warfare) yang berpotensi menceraiberaikan persatuan nasional jika tidak disikapi secara bijaksana.

Direktur Eksekutif Human Studies Institute (HSI), Rasminto mengatakan, perang informasi tidak selalu diwujudkan melalui berita bohong, tetapi juga dapat berlangsung melalui pembingkaian isu, penggalan informasi, hingga narasi yang direproduksi untuk membentuk persepsi publik terhadap institusi negara.

"Bangsa-bangsa besar tidak hanya dapat dilemahkan melalui kekuatan militer atau tekanan ekonomi,” kata Rasminto kepada Okezone, Minggu (12/7/2026).

Baca Juga :
Ini Daftar Lengkap 35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Usai Dimutasi, Diantaranya dari Kopassus!

“Hari ini, perang informasi menjadi instrumen yang sangat efektif untuk mengikis kepercayaan publik terhadap institusi negara. Jika kepercayaan itu runtuh, maka kohesi sosial ikut melemah, dan pada akhirnya yang dirugikan adalah kepentingan nasional,"lanjutnya.

Menurutnya, masyarakat perlu semakin cermat dalam menyikapi berbagai narasi yang berkembang di ruang digital, terutama yang menyangkut institusi strategis negara seperti TNI, Polri, Kejaksaan, maupun lembaga penegak hukum lainnya.

Oleh karena itu, kritik tetap diperlukan dalam negara demokrasi, tetapi tidak boleh berkembang menjadi instrumen yang memperuncing polarisasi.

Baca Juga :
44 Tahun Sat 81-Kopassus, Pasukan Rahasia Bentukan Prabowo dan Luhut yang Ditakuti Militer Asing

"Demokrasi membutuhkan kritik, tetapi kritik yang baik selalu berangkat dari data, argumentasi, dan semangat memperbaiki keadaan. Ketika kritik berubah menjadi perang narasi yang bertujuan membangun stigma terhadap institusi negara, maka yang sedang dipertaruhkan bukan lagi sekadar citra lembaga, melainkan ketahanan nasional kita sendiri," ujarnya.

Rasminto menegaskan, penegakan hukum merupakan salah satu pilar utama bagi kemajuan sebuah bangsa. Tidak ada negara yang mampu tumbuh menjadi negara maju apabila kepercayaan terhadap sistem hukumnya terus-menerus dilemahkan oleh penghakiman di ruang publik maupun perang opini yang mengabaikan proses hukum.

 

Baca Juga :
Kisah Jenderal Kopassus Tidak Makan 5 Hari Bertaruh Nyawa Gotong Prajurit di Medan Perang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dedi Mulyadi Bantah Pemprov Jabar Terkait Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Sunda atau Pasundan, Ini Alasan di Baliknya
• 13 jam lalu
0
thumb
Warga AS di Pemakaman Khamenei, Siapa Mereka dan Mengapa Picu Kemarahan di Washington?
• 13 jam lalu
0
thumb
Krisis Tinta Bisa Diatasi, Produsen Snack Jepang Cetak Lagi Kemasan Full Color
• 17 jam lalu
0
thumb
Taylor Swift Habiskan Rp 2,89 Miliar untuk Izin Pesta Pernikahan di New York
• 11 jam lalu
0
thumb
Bangga! Timnas Panjat Tebing Indonesia Kawinkan Medali Emas di World Climbing Series Chamonix 2026
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.