Pantau - Pertamina Patra Niaga menyatakan SPBU Beji Kota Depok, Jawa Barat, bernomor 34.164.12 sempat menerapkan manajemen stok solar bersubsidi pada Kamis (9/7) akibat keterbatasan stok, sehingga pembelian konsumen dibatasi sementara untuk memastikan pemerataan distribusi kepada seluruh pelanggan yang mengantre.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan pengaturan pembelian tersebut hanya diberlakukan pada 9 Juli 2026.
"Pengaturan pembelian hanya pada saat itu saja, tanggal 9 Juli," ungkap Roberth.
Pembatasan Berlaku Selama Empat JamPertamina menjelaskan pada 9 Juli 2026 terdapat konsumen BBM Jenis BBM Tertentu (JBT) atau solar bersubsidi yang hendak membeli sebanyak 45 liter.
Namun, petugas SPBU hanya melayani pembelian sebanyak 20 liter karena stok solar saat itu terbatas.
Pembatasan tersebut diberlakukan pada pukul 18.00 hingga 22.00 WIB.
Menurut Pertamina, langkah tersebut diambil untuk memastikan seluruh konsumen yang telah mengantre tetap memperoleh solar bersubsidi sambil menunggu proses pengiriman stok yang sedang berlangsung.
Roberth mengatakan pihak SPBU juga menerapkan pengelolaan antrean secara proaktif.
"Pada saat itu, SPBU berinisiatif secara proaktif dengan optimalisasi penggunaan marshaling (pengelolaan kepadatan) yang humanis untuk pengaturan antrean, melakukan build up stock untuk pemenuhan pelayanan di SPBU," ujarnya.
Respons atas Keluhan di Media SosialPenjelasan Pertamina disampaikan sebagai respons atas unggahan di media sosial yang berisi keluhan pengendara mengenai dugaan pembatasan pengisian biosolar subsidi di SPBU Beji, Kota Depok.
Unggahan tersebut menampilkan bukti pembelian BBM di SPBU 34.164.12 Beji pada 9 Juli 2026 pukul 18.04 WIB.
Dalam bukti transaksi tersebut tercantum volume biosolar yang dibeli konsumen sebanyak 20 liter.
Roberth memastikan kondisi penyaluran solar di SPBU kini telah kembali normal.
"Saat ini, penyaluran dan pelayanan solar di SPBU berlangsung seperti biasa," katanya.





Komentar (0)