Prabowo: Pemimpin yang Anjurkan Bakar-Bakar Itu Pengkhianat

rctiplus.com
1 jam lalu
Cover Berita
Prabowo: Pemimpin yang Anjurkan Bakar-Bakar Itu PengkhianatNasional | okezone | Minggu, 12 Juli 2026 - 17:09

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan perbedaan pilihan politik dan partai di Indonesia merupakan hal yang wajar. Namun, Prabowo menyinggung pihak yang menganjurkan gerakan "bakar-bakar" di republik ini.

“Percayalah, mari kita bersatu semua unsur. Kita berbeda, tidak ada masalah, berbeda partai tidak ada masalah,” kata Prabowo saat menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (12/7/2026).

Prabowo mengatakan, pihak yang memenangkan kontestasi harus didukung oleh semua pihak. Ia meminta agar pihak yang kalah tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan bangsa, termasuk mengajak gerakan "bakar-bakar".

“Tiap sekian tahun kita bertanding dengan baik, nggak ada masalah. Siapa yang menang, monggo. Jangan kalah mau bakar-bakar, bangsa apa itu. Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di republik ini, itu pemimpin pengkhianat saudara-saudara,” ujarnya.

Baca Juga:Aksi Mahasiswa di Kawasan Sudirman-HI, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan

Prabowo meyakini setiap tindakan memiliki konsekuensi dan menyebut hukum karma akan berlaku bagi pihak yang mendorong aksi tersebut. Ia juga mengingat kembali pengalamannya yang pernah mengalami kekalahan dalam pemilihan presiden (Pilpres), namun tidak pernah memerintahkan pendukungnya untuk melakukan aksi anarkis.

“Saya percaya, hukum karma akan kena ke mereka semua itu. Saya maju 5 kali pemilihan, 4 kali kalah, nggak pernah saya nyuruh anak buah saya bakar-bakar, demo aja nggak. Saya datang pelantikan rival saya, saya datang, saya hormat, saya kasih selamat,” ungkapnya.

Menurut Prabowo, perbedaan dan persaingan merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus diterima. Ia menilai kompetisi merupakan hal yang baik selama dilakukan secara sehat.

“Bersaing itu baik, pertandingan itu baik, ya kan. Sepak bola ada pertandingan, kan ada 2, satu harus menang, masa satu kalah, masa wasitanya mau digebukin. Persaingan itu biasa, nggak ada masalah,” katanya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Foto: Hari Terakhir Libur Sekolah, Warga Berwisata ke Monas
• 2 jam lalu
0
thumb
Melihat Kasus Korupsi ASABRI yang Bikin Eks Jampidsus Jadi Tersangka
• 7 jam lalu
0
thumb
Ketika Ankara Menjadi Panggung Ujian Terakhir bagi NATO
• 12 jam lalu
0
thumb
Begawi Festival, Ruang Persaudaraan Saibatin dan Pepadun Merawat Budaya Lampung
• 22 jam lalu
0
thumb
Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Rivalitas atau Ujian Penegakan Hukum Pemberantasan Korupsi?
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.