JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta para duta besar negara sahabat turut mengawal realisasi investasi yang berasal dari berbagai nota kesepahaman (MoU) hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke sejumlah negara.
Permintaan tersebut disampaikan Airlangga saat memberikan keynote speech dalam acara Kadin Indonesia Monthly Economic Diplomatic Breakfast bertema Beyond Uncertainty: Building Indonesia's Next Economy di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Menurut Airlangga, pelibatan para duta besar diperlukan agar berbagai komitmen kerja sama yang telah disepakati dapat segera diwujudkan menjadi investasi nyata di Indonesia.
Baca Juga: Lumpur Lapindo Merembes Dekati Rel, PT KAI Daop 8 Surabaya Siagakan Petugas 24 Jam | KOMPAS SIANG
"Tadi saya sampaikan kepada para Duta Besar bahwa ada beberapa MoU yang dihasilkan dalam kunjungan Bapak Presiden Prabowo sehingga kami berharap mereka juga ikut membantu Indonesia untuk mengawal realisasi daripada investasi," kata Airlangga dikutip dari lamam resmi Kemenko Perekonomian, Minggu (12/7/2026).
Ia mengatakan, di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat dinamika geopolitik, perubahan iklim, dan perkembangan teknologi, Indonesia perlu memperkuat diplomasi ekonomi dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional.
Kolaborasi tersebut penting untuk menjaga arus investasi sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Prabowo Panggil Menhan, Kapolri hingga Jaksa Agung ke Istana Malam-Malam, Ada Apa?
"Ada pendapat yang mengatakan bahwa kita perlu bekerja bersama untuk menavigasi ketidakpastian dalam ekonomi global. Mari kita manfaatkan kekuatan teknologi, energi hijau, dan kerja sama ekonomi bersama untuk membangun masa depan yang sejahtera bagi semua bangsa," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Airlangga juga menegaskan Indonesia tetap terbuka bagi investasi asing.
Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti
Sumber :
- duta besar
- investasi
- airlangga hartarto
- prabowo subianto






Komentar (0)