Kebakaran Hutan Landa Oasis Afous Maroko di Tengah Gelombang Panas Ekstrem

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Rabat: Otoritas Maroko masih berupaya mengendalikan kebakaran hutan yang melanda Oasis Afous di Provinsi Errachidia, wilayah tenggara negara tersebut pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Kebakaran yang mulai terjadi satu hari sebelumnya itu telah merusak area luas perkebunan kurma di kawasan oasis, namun hingga kini tidak menimbulkan korban jiwa.

Dilansir dari Anadolu Agency, Minggu, 12 Juli 2026, seorang pejabat lokal yang enggan disebutkan namanya mengatakan tim pemadam kebakaran masih bekerja di lapangan untuk mencegah api meluas ke wilayah lain.

Menurutnya, luas pasti area yang terdampak kebakaran masih dalam proses pendataan oleh otoritas setempat. Insiden tersebut terjadi ketika Maroko berada dalam status siaga tinggi terhadap ancaman kebakaran hutan akibat suhu udara yang terus meningkat.

Pada 5 Juli lalu, pemerintah Maroko telah mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan di 12 provinsi untuk meningkatkan kewaspadaan hingga 12 Juli.

Peringatan tersebut dikeluarkan setelah Badan Nasional Air dan Hutan Maroko mengeluarkan peringatan risiko kebakaran hutan ekstrem.

Lembaga tersebut menyatakan tingkat risiko tertinggi yang ditandai dengan warna merah berlaku di kawasan hutan yang tersebar di 12 dari total 75 provinsi di Maroko.

Maroko saat ini mengoperasikan sistem peringatan dini kebakaran hutan yang mengukur tingkat risiko berdasarkan kondisi cuaca dan tutupan vegetasi.

Dalam sistem tersebut, status merah menunjukkan risiko kebakaran yang sangat tinggi, sementara status oranye mengindikasikan risiko tinggi yang memerlukan langkah pencegahan tambahan.

Data pemerintah menunjukkan kebakaran hutan telah menghanguskan sekitar 1.728 hektare lahan di Maroko sepanjang 2025.

Sebanyak 45 persen dari total area yang terbakar terdiri atas padang rumput dan vegetasi musiman.

Peringatan kebakaran tersebut juga bertepatan dengan gelombang panas yang diperkirakan melanda berbagai wilayah Maroko dalam beberapa hari ke depan.

Otoritas meteorologi nasional memperkirakan suhu udara di sejumlah daerah dapat mencapai 46 derajat Celsius, meningkatkan risiko munculnya kebakaran baru di kawasan hutan dan lahan kering.

Baca juga:  Gelombang Panas Picu Kebakaran Mematikan di Spanyol, 12 Orang Tewas


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Studi Demokrasi Rakyat Puji Penanganan Korupsi Era Prabowo
• 1 jam lalu
0
thumb
Penanganan perkara korupsi tetap berjalan usai Jampidsus mundur
• 15 jam lalu
0
thumb
Gulkarmat: Kebakaran Rumah di Jakut Diduga Akibat Korsleting Listrik
• 4 jam lalu
0
thumb
BMKG Imbau Potensi Banjir Rob, Inilah Prediksi Daftar Lengkap Wilayahnya!
• 19 jam lalu
0
thumb
Kemitraan Global Perguruan Tinggi Didorong Menghasilkan Riset dan Inovasi
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.