Pete Hegseth Tegaskan AS Akan Terus Melemahkan Kemampuan Militer Iran

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Washington: Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyatakan bahwa Iran saat ini sedang "membayar harga" atas tindakannya sendiri usai Washington melancarkan gelombang baru serangan militer terhadap negara tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Hegseth pada Sabtu, 11 Juli 2026, melalui unggahan di media sosial X setelah Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi operasi militer terbaru terhadap Iran.

"Iran membuat pilihan yang buruk. Sekarang mereka membayarnya," tulis Hegseth, seperti dikutip dari India Today, Minggu, 12 Juli 2026.

Menurut CENTCOM, operasi terbaru tersebut merupakan gelombang ketiga serangan Amerika Serikat terhadap Iran dalam sepekan terakhir.

Militer AS menyebut operasi dimulai pada pukul 19.15 waktu Timur Amerika Serikat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) diduga menyerang kapal kontainer berbendera Siprus, M/V GFS Galaxy, yang sedang melintasi Selat Hormuz.

CENTCOM menuduh pasukan IRGC melakukan serangan secara terang-terangan terhadap kapal komersial tersebut.

Di sisi lain, Angkatan Laut IRGC mengklaim pihaknya telah mencegat dan menyerang sebuah kapal kontainer yang berusaha meninggalkan Selat Hormuz melalui jalur yang disebut tidak mendapat izin dari otoritas Iran.

Iran menuduh kapal tersebut mengabaikan sejumlah peringatan yang telah diberikan sebelumnya.

Insiden terbaru ini semakin meningkatkan ketegangan antara Washington dan Teheran, dengan kedua pihak saling menuduh sebagai pemicu eskalasi di salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.

Militer Amerika Serikat mengatakan Iran telah diberi "kesempatan tambahan" untuk mematuhi Memorandum of Understanding (MoU) yang sebelumnya disepakati setelah insiden serangan terhadap kapal komersial sebelumnya.

Namun, menurut CENTCOM, Teheran kembali gagal memenuhi kewajibannya dalam kesepakatan tersebut.

"Sebagai respons, Amerika Serikat mengenakan biaya yang besar dengan terus mengurangi kemampuan Iran untuk menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang melintasi selat secara bebas," demikian pernyataan CENTCOM. Ketegangan di Selat Hormuz Tidak lama setelah serangan Amerika Serikat berlangsung, Iran kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz.

Teheran menyatakan salah satu tembakan peringatan militernya mengenai sebuah kapal yang berlayar melalui jalur yang dianggap tidak sah di perairan strategis tersebut.

Iran menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup "hingga pemberitahuan lebih lanjut" dan sampai intervensi Amerika Serikat di kawasan berakhir.

Korps Garda Revolusi Iran juga memperingatkan kemungkinan serangan terhadap "pangkalan-pangkalan musuh lainnya di kawasan" apabila terjadi serangan lanjutan terhadap Iran.

Media pemerintah Iran turut melaporkan adanya ledakan di sejumlah kota pesisir di sekitar Selat Hormuz, termasuk Bandar Abbas dan Sirik, setelah operasi militer Amerika Serikat dimulai.

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi global karena menjadi lintasan utama ekspor minyak mentah dan gas alam cair dari negara-negara Teluk menuju pasar internasional.

Baca juga:  AS Serang 140 Target Militer Iran di Putaran Ketiga Operasi Militer


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sosok Tan Kian, Pemilik Pacific Place dan Ritz Carlton yang Masuk Daftar Saksi Kasus Febrie Adriansyah
• 17 jam lalu
0
thumb
Putihnya Susu dan Kemurnian Rasa
• 9 jam lalu
0
thumb
KPK buka peluang periksa suami Bupati Sukoharjo terkait pemerasan
• 20 jam lalu
0
thumb
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Ucapan Mahfud MD Soal Polri-Kejagung Berlomba Bongkar Korupsi Kini Terbukti
• 12 jam lalu
0
thumb
Kylian Mbappe Ungguli Lionel Messi di Piala Dunia 2026
• 27 menit lalu
0
Berhasil disimpan.