Bisnis.com, JAKARTA — Badan Bank Tanah (BBT) mengungkap rencana untuk memperoleh kelolaan hak atas lahan baru mencapai 35.000 hektare (Ha) sepanjang tahun ini.
Wakil Kepala Divisi Reforma Agraria Badan Bank Tanah, Syafran Zamzami menjelaskan target kelolaan lahan tersebut dibidik dalam rangka meningkatkan pelaksanaan Reforma Agraria sebagaimana diamanahkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2021 tentang Badan Bank Tanah.
“Kita 35.000 mau nambahnya jadi mudah-mudahan bisa terealisasi,” jelasnya saat ditemui di Jakarta, dikutip Minggu (12/7/2026).
Sementara itu, hingga saat ini Badan Bank Tanah menggenggam hak pengelolaan atas 35.000 ha lahan. Artinya, dengan target perolehan lahan baru tersebut total lahan kelolaan BBT diharapkan tembus hingga 70.000 Ha lahan.
Adapun, saat ini proses reforma agraria dipastikan telah dijalankan sebagaimana aturan yang berlaku. Di mana, total realisasi program Reforma Agraria telah mencapai 11.700 Ha.
“11.700 hektare itu alokasinya untuk kepentingan reforma agraria kira-kira sudah 34% dari total aset tanah [35.000 Ha saat ini], itu tersebar di 12 provinsi, tempatnya itu di 20 lokasi,” tambahnya.
Baca Juga
- Aset Badan Bank Tanah Naik 16% pada 2025, Tembus Rp3,37 Triliun
- Badan Bank Tanah Perkuat Kepastian Hukum Sektor Perumahan Rakyat di Kendal
- Bank Tanah Siapkan Lahan 778 Ha Lahan untuk Program 3 Juta Rumah
Sebagai informasi, Badan Bank Tanah merupakan badan hukum Indonesia sui generis yang dibentuk pemerintah untuk menjamin ketersediaan tanah serta mendukung upaya reforma agraria.
Sementara berdasarkan catatan Bisnis, total aset BBT pada akhir 2025 mencapai Rp3,37 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar 16,3% secara tahunan (year-on-year/yoy), sebab posisi pada akhir 2024 sebesar Rp2,9 triliun.
Bila diperinci, peningkatan aset terutama berasal dari kenaikan aset lancar menjadi Rp2,57 triliun dari Rp2,28 triliun, serta aset tidak lancar menjadi Rp805,36 miliar dari Rp621,25 miliar.
Di sisi neraca, total ekuitas juga meningkat menjadi Rp3,33 triliun dari Rp2,84 triliun, sedangkan total liabilitas turun menjadi Rp39,91 miliar dari Rp58,58 miliar.
Dari sisi profitabilitas, Badan Bank Tanah mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp11,77 miliar pada 2025. Realisasi itu turun dari Rp69,84 miliar pada tahun sebelumnya.
Pada periode yang sama, BBT sebenarnya mencatatkan pendapatan senilai Rp124,33 miliar atau meningkat sekitar 7,8% YoY dari Rp115,29 miliar pada tahun sebelumnya.






Komentar (0)